Berita  

Banjir Semakin Meluas, PMI Kab Demak Buka Dapur Umum

Kepala Markas PMI Kab Demak Ade Heryanto

DEMAK- Banjir di Kabupaten Demak di hari keempat semakin meluas, mulai dari Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Gajah, Kecamatan Dempet, Kecamatan Wonosalam, Kecamatan Demak Kota, dan Kecamatan Sayung.

Ketinggian air di Demak Kota 80-100—Cm sementara terparah di Karanganyar dengan ketinggian mencapai 2 Meter. PMI Kab Demak memberikan bantuan korban banjir berupa dapur umum, pengungsian, evakuasi, distribusi logistik, makanan dan lain-lain.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Demak Ade Heriyanto di saat memberikan arahan kepada relawan dari KSR PMI Universitas Semarang (USM) dan PMI Kota Semarang pada Selasa malam 19 Maret 2024.

“Saat ini lokasi pengungsian ada 57 lokasi yang tersebar di berbagai kecamatan terdampak. Di Kecamatan Karangayar ada sebanyak  8 Desa terdampak dengan jumlah 21.217 jiwa, Kecamatan Demak Kota ada 4 Kelurahan dengan 1.362 jiwa. Sementara Kecamatan Wonosalam sebanyak 9 Desa dengan 8.236 jiwa, di Kecamatan Sayung Desa terdampak sebanyak 13 Desa dengan 37.221 jiwa,” ungkap Ade.

Menurut Ade banjir kali ini lebih dahsyat dibanding banjir pada Februari sebelumnya. PMI Kab Demak bersama unsur lain seperti BPBD Kab Demak, BNPB, Basarnas, Dinas Sosial, TNI, POLRI dan relawan lain secara Bersama-sama menangani dampak banjir di Demak.

“PMI Kab Demak membuka posko induk di Markas PMI Kab Demak di Jl Bhayangkara Baru No 03 Demak. Sementara dapur umum PMI berada di Desa Kedungwaru Lor Kecamatan Karanganyar. Selain itu PMI Kab Demak mensuplai logistic ke berbagai dapur umum,” tambahnya.

Rencananya pasca banjir, PMI Kab Demak akan memberikan layanan Kesehatan dan WASH atau air bersih kepada masyarakat terdampak banjir. Saat ini relawan yang tergabung dalam PMI Kab Demak sebanyak 54 orang terdiri dari relawan dari Demak 40, PMI Kota Seamarang 5 dan mahasiswa USM 9 orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *