Mahasiswa KKN PPM XXVIII Universitas Semarang Ajak KWT RW 08 Olah Limbah Organik Menjadi Kompos Bernilai Guna

SEMARANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) XXVIII Universitas Semarang (USM) menggelar lokakarya bertajuk “Dari Limbah, Menjadi Berkah: Workshop Pembuatan Kompos dari Limbah Organik” pada Sabtu (11/7/2026). Kegiatan yang berpusat di RW 08, Kelurahan Beringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang ini menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat guna mengoptimalkan pengelolaan sampah rumah tangga menjadi pupuk penyubur tanaman.

Agenda ini menjadi wujud nyata pengabdian civitas akademika kepada masyarakat dalam menekan volume sampah domestik sekaligus menyulapnya menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan. Selain meminimalisasi tumpukan sampah di tempat pembuangan, kompos yang diproduksi secara mandiri ini diproyeksikan mampu mendongkrak kesuburan tanah demi mendukung keberlanjutan budidaya sayuran warga.

Dalam sesi tersebut, tim mahasiswa memaparkan klasifikasi limbah rumah tangga yang laik kompos, khasiatnya bagi vegetasi, hingga simulasi pembuatannya menggunakan wadah planter bag berkapasitas 50 liter. Para anggota KWT pun diajak turun langsung mempraktikkan rantai pembuatan kompos; mulai dari mencacah sampah organik, meracik stimulan bakteri EM4 dan larutan gula merah, hingga menyusun material ke dalam planter bag secara presisi.

Atmosfer lokakarya berjalan sangat interaktif. Barisan ibu-ibu KWT tampak aktif melayangkan pertanyaan dan bertukar pengalaman terkait kendala pengelolaan sampah serta teknik bercocok tanam yang selama ini mereka terapkan. Antusiasme tinggi ini merefleksikan besarnya minat warga untuk mulai melirik potensi tersembunyi dari limbah dapur yang jamak dibuang percuma.

Melalui stimulus ini, mahasiswa KKN USM berharap masyarakat kian mafhum bahwa limbah organik menyimpan nilai ekonomis dan ekologis jika dikelola secara tepat. Pemanfaatan kompos mandiri ini juga digadang-gadang mampu memangkas ketergantungan warga pada pupuk kimia sintetis, sekaligus memelopori sistem pertanian perkotaan (urban farming) yang lebih hijau.

Aksi lingkungan ini dimotori oleh kolaborasi lintas disiplin mahasiswa KKN PPM XXVIII USM yang beranggotakan Citra Arintyas Viandra (Akuntansi), Sinta Wati Putri Pratama (Akuntansi), Muhamad Bachtiar (Teknik Sipil), Ardha Mahendra (Ilmu Hukum), Ananda Nirbita Paramesti (Psikologi), Bagus Muhammad Fauzan (Teknik Elektro), Dyah Veraantika (Manajemen), serta Kathleen Chloe Bellva Sumartono (Teknologi Hasil Pertanian).

Tim KKN PPM XXVIII USM berharap transfer keilmuan melalui lokakarya ini dapat diadopsi secara konsisten oleh KWT RW 08 dalam keseharian. Langkah kolektif ini diharapkan tidak hanya bermuara pada lingkungan pemukiman yang resik dan sehat, melainkan juga mampu memperkokoh ketahanan pangan mandiri di tingkat keluarga.

Pos terkait