SEMARANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Semarang (USM), Rizqi Wulansari dari Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi, sukses melaksanakan program kerja individu bertajuk “Sosialisasi Pengelolaan Keuangan Digital melalui Pemanfaatan Financial Technology (Fintech) bagi Ibu-Ibu PKK Kelurahan Bandarharjo.” Kegiatan yang berlangsung di RT 08/RW 08 Kelurahan Bandarharjo ini dihadiri secara antusias oleh ibu-ibu PKK setempat.
Sosialisasi ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat nyata dalam mengedukasi warga mengenai pentingnya pengelolaan keuangan keluarga di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital agar mereka mampu memanfaatkan layanan keuangan secara aman, bijak, dan bertanggung jawab.
Acara diawali dengan sesi diskusi interaktif mengenai pengalaman warga menggunakan dompet digital, mobile banking, hingga QRIS. Pemateri memancing keaktifan peserta dengan pertanyaan pemantik sederhana.
“Ibu-Ibu, siapa yang pernah membayar belanja menggunakan QRIS atau membeli pulsa melalui aplikasi di handphone?” tanya Rizqi.
Peserta pun diajak menyadari bahwa aktivitas sehari-hari tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan Financial Technology (Fintech). Melalui pemahaman ini, pemateri menekankan bahwa fondasi keuangan keluarga yang sehat tidak diukur dari besarnya pendapatan, melainkan kemampuan menyusun anggaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan dana darurat secara disiplin.
Selain memaparkan manfaat kepraktisan transaksi digital, sosialisasi ini juga berfokus pada pentingnya menjaga keamanan siber. Peserta diperingatkan keras untuk selalu menjaga kerahasiaan PIN, password, dan kode One Time Password (OTP).
Ketika salah satu peserta bertanya, “Kalau ada orang yang menelepon dan mengaku dari bank lalu meminta kode OTP, apakah boleh diberikan?”, pemateri langsung memberikan edukasi tegas. “Jika ada pihak yang meminta informasi tersebut, Ibu-Ibu harus menolaknya karena kemungkinan besar merupakan modus penipuan. Selalu ingat prinsip sederhana, yaitu cek dulu, yakin dulu, baru klik atau transfer,” jelas Rizqi seraya mengimbau warga agar hanya menggunakan layanan berizin OJK untuk menghindari penipuan seperti phishing atau pinjol ilegal.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKN membagikan brosur edukasi agar materi yang disampaikan dapat terus dipelajari secara mandiri oleh warga. Program pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan dalam meningkatkan literasi keuangan digital warga Bandarharjo. Melalui kegiatan ini, Universitas Semarang berkomitmen mendukung terciptanya masyarakat yang cerdas, mandiri, adaptif terhadap transformasi digital, serta mampu menjadi agen literasi keuangan dimulai dari lingkungan keluarga terkecil hingga masyarakat luas.
