SEMARANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah dan Universitas Semarang (USM) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman tentang kajian ilmiah keagamaan, penelitian, serta pengabdian masyarakat pada Senin, 24 Agustus 2026. Penandatanganan nota kesepahaman ini diwakili langsung oleh Ketua Umum MUI Jateng, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, dan Rektor USM, Dr. H. Supari, ST., MT. Momen ini menjadi pijakan awal bagi kedua lembaga untuk memperkuat kolaborasi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia dan keagamaan di Jawa Tengah.
Kerjasama ini bertujuan untuk menjalin kemitraan erat dalam menyelaraskan program-program strategis MUI Jateng dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ada di USM. Lewat kesepakatan ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk membina hubungan kelembagaan yang saling mendukung. Kehadiran universitas diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran dan akademis terhadap berbagai program pelayanan keumatan yang dijalankan oleh MUI.
Adapun ruang lingkup kesepakatan ini mencakup penyelenggaraan kajian ilmiah keagamaan atau halaqah, kegiatan dakwah, penelitian keilmuan, serta pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Integrasi antara nilai-nilai keagamaan dan keilmuan akademis menjadi fokus utama guna menjawab tantangan dinamika sosial kemasyarakatan saat ini. Kedua pihak berupaya menghadirkan solusi konkret yang berbasis pada pendekatan ilmiah dan nilai-nilai Islam wasathiyah.
Terkait teknis pelaksanaan, kesepahaman ini akan ditindaklanjuti secara lebih mendalam melalui perjanjian kerja sama (PKS) yang terpisah. Implementasi konkret dari nota kesepahaman ini ditargetkan dapat mulai berjalan paling lambat enam bulan setelah naskah ditandatangani. Segala bentuk pembiayaan yang timbul akan ditanggung secara bersama-sama sesuai dengan kesepakatan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Kesepakatan strategis antara MUI Jateng dan Universitas Semarang ini dirancang untuk berlaku selama lima tahun ke depan serta dapat diperpanjang atas persetujuan bersama. Melalui sinergi jangka panjang ini, diharapkan tercipta iklim akademis yang bernuansa keagamaan kuat sekaligus mendorong kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung kemaslahatan masyarakat luas di Jawa Tengah.
