Kudus – Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kudus kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim riset bidang humaniora dan ilmu sosial berhasil meraih medali emas dalam ajang Indonesian Student Research Competition (ISRC) 2026 melalui penelitian yang mengangkat isu implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tim tersebut terdiri dari Hanisa Cahya Z., Aqila Ditahayu, Nabeela Cikal Samara, dan Keisha Azalia Bellini B. di bawah bimbingan Muhammad Najih Irfani, S.T., M.Pd. Karya ilmiah mereka berjudul “Limbah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai Indikator Implementasi Kebijakan: Analisis Partisipasi dan Perilaku Konsumsi Siswa”.
Penelitian ini menyoroti fenomena limbah makanan dalam program MBG yang menjadi perhatian dalam aspek efisiensi anggaran dan efektivitas kebijakan publik. Dengan menggunakan pendekatan mixed method, tim peneliti menganalisis data dari 211 siswa serta melakukan wawancara dengan sejumlah pemangku kepentingan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi dan perilaku konsumsi siswa tergolong baik. Namun, kedua faktor tersebut tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap jumlah limbah makanan yang dihasilkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa limbah MBG tidak semata disebabkan oleh perilaku siswa.
Sebaliknya, faktor operasional justru memiliki pengaruh lebih dominan, seperti kesesuaian menu dengan preferensi siswa, kualitas pengolahan makanan, serta sistem distribusi. Dengan demikian, limbah makanan dinilai lebih merefleksikan kinerja implementasi program daripada perilaku penerima manfaat.
Selain itu, tim peneliti juga menawarkan rekomendasi berupa pengembangan sistem insentif partisipatif berbasis digital. Sistem ini memungkinkan siswa memberikan umpan balik terhadap menu dan konsumsi makanan secara real-time, sehingga dapat menjadi dasar evaluasi dan perbaikan program secara berkelanjutan.
Kepala MAN 2 Kudus, Ali Musyafak, mengapresiasi capaian tersebut dan menilai bahwa prestasi ini menunjukkan kualitas pembelajaran berbasis riset di madrasah.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa siswa tidak hanya mampu bersaing secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan publik serta mampu menghadirkan solusi berbasis penelitian. Ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam membangun budaya riset di madrasah,” ujarnya.
Keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi MAN 2 Kudus sebagai madrasah yang aktif mendorong inovasi dan penelitian di kalangan siswa. Diharapkan, hasil riset tersebut dapat menjadi referensi bagi pemangku kebijakan dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia.
