SEMARANG – Ancaman gigitan nyamuk di musim hujan mendorong warga Desa Sawi RT 8/RW 6, Kota Semarang, untuk mencari alternatif pencegahan yang lebih aman. Pada Selasa (25/8/2026), sebanyak 25 warga mengikuti pelatihan mengolah serai dapur menjadi lotion antinyamuk alami yang ramah lingkungan. Inovasi ini diinisiasi oleh tim pengabdian mahasiswa Universitas Semarang (USM) melalui dukungan pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.
Banyaknya genangan air di sekitar pemukiman kerap menjadi tempat berkembang biak nyamuk, sehingga warga dituntut lebih aktif melakukan pencegahan secara mandiri. Pelatihan ini berhasil membuka wawasan masyarakat yang sebelumnya hanya menganggap serai sebagai bumbu masakan. Kini, mereka memahami manfaat kandungan minyak atsiri di dalamnya dan mampu mengolah tanaman tersebut menjadi produk perlindungan kulit secara mandiri.
Langkah inovatif ini mendapat sambutan hangat dari pihak setempat karena memberikan manfaat langsung bagi kesehatan lingkungan.
“Saya mengapresiasi kreativitas mahasiswa USM yang jeli mengolah serai menjadi produk berguna. Padahal sebelumnya tanaman ini belum pernah kami lirik untuk kebutuhan seperti lotion antinyamuk,” tutur Ketua RW 6 Desa Sawi di sela kegiatan.
Proses pembuatannya terbilang ringkas dan mudah diterapkan di rumah. Batang serai segar cukup dicuci bersih, dipotong kecil atau dimemarkan, lalu direbus hingga menghasilkan ekstrak pekat. Setelah disaring dan dingin, air rebusan dicampur secara merata dengan bahan dasar lotion pelembap serta minyak zaitun. Faktor kebersihan alat dan bahan tetap menjadi perhatian utama agar produk yang dihasilkan aman dan tidak memicu iritasi kulit.
Selain mengajarkan pembuatan lotion, tim mahasiswa juga mengingatkan warga untuk tetap konsisten menjaga kebersihan lingkungan melalui gerakan 3M (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang). Ke depannya, produk berbahan dasar serai ini diharapkan tidak hanya dipakai untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga berpotensi dikemas dan dipasarkan demi meningkatkan nilai ekonomi warga. Tim pengabdian USM pun menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kemdiktisaintek dan seluruh warga Desa Sawi atas terselenggaranya kegiatan ini.
