Lahan Sempit Bukan Halangan, Mahasiswa KKN USM XXVIII “Sulap” KWT Merdeka Selatan Lewat Program RE-BOOST KWT

SEMARANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Semarang (USM) Program Pembelajaran Masyarakat (PPM) Angkatan XXVIII melaksanakan program kerja bertajuk “RE-BOOST KWT” bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Merdeka Selatan di RW 03, Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, pada Minggu (12/7).

Program ini berfokus pada optimalisasi infrastruktur pertanian perkotaan (urban farming) serta penerapan metode eco-compacting guna mendukung keberlanjutan kegiatan bertani di lahan yang terbatas.

Kegiatan yang berlangsung di lahan urban farming milik KWT Merdeka Selatan ini diikuti oleh mahasiswa KKN USM PPM  XXVIII yang terdiri dari Hanif Wicaksono (Teknik Sipil), Bagus Kurniawan Wibowo (Ilmu Hukum), Rifya Selly Damayanti (Manajemen), Indah Tri Novitasari (Manajemen), Lulu Fatin Meisinta (Akutansi), Levina Thirza Setyaningrum (Akutansi), Belva Vivia (Teknologi Hasil Pertanian), Tiara Yuniati Ningtyas (Psikologi) bersama pengurus KWT ( Ibu Titin)  dan anggota KWT, dimonitoring oleh Dosen Pembimbing Lapangan (Ayu Nurafni Octavia, S.M., M.M.)

Ketua Kelompok KKN menjelaskan bahwa keterbatasan lahan menjadi tantangan utama bagi keberlanjutan urban farming di kawasan padat penduduk seperti RW 03. Infrastruktur budi daya yang belum optimal, ditambah minimnya pengelolaan limbah organik, dinilai turut menghambat produktivitas KWT Merdeka Selatan selama ini.

“Melalui program RE-BOOST KWT, kami berupaya menghadirkan solusi praktis agar lahan sempit yang dimiliki KWT Merdeka Selatan tetap bisa dioptimalkan secara efisien dan berkelanjutan,” ujar Ketua Kelompok KKN saat kegiatan berlangsung.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN terlebih dahulu melakukan survei kondisi lahan dan berdialog dengan pengurus KWT Merdeka Selatan untuk memetakan kebutuhan dan permasalahan infrastruktur yang ada. Selanjutnya, dilakukan penataan dan perbaikan sarana tanam agar pemanfaatan ruang menjadi lebih efisien, dilanjutkan dengan sosialisasi dan pelatihan metode eco-compacting, yaitu teknik pengelolaan sampah organik dan media tanam yang dipadatkan secara efisien untuk menghasilkan kompos maupun media tanam berkualitas meski dalam skala lahan yang kecil.

Program yang digelar pada Minggu, 12 Juli tersebut mendapat sambutan positif dari anggota KWT Merdeka Selatan. Para anggota tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penataan lahan hingga praktik langsung pembuatan kompos dengan metode eco-compacting.

Salah satu pengurus KWT Merdeka Selatan (Ibu Titin)  menyampaikan apresiasinya atas program yang dijalankan mahasiswa KKN USM tersebut. “Program ini sangat membantu kami dalam mengelola lahan yang terbatas agar tetap produktif. Kami berharap ilmu yang diberikan dapat terus diterapkan meskipun program KKN sudah selesai,” katanya.

Mahasiswa KKN USM PPM Angkatan XXVIII berharap program RE-BOOST KWT dapat memberikan kontribusi nyata bagi keberlanjutan urban farming KWT Merdeka Selatan di RW 03 Kelurahan Bringin, sekaligus menjadi contoh solusi pertanian perkotaan yang dapat diterapkan di wilayah lain dengan tantangan lahan serupa.

Pos terkait