KUDUS- Komunitas vespa di Kabupaten Kudus menggalang dana dan mendistribusikan secara langsung kepada korban banjir di di Dukuh Karanganyar Desa Payaman Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus pada Minggu, 18 Januaari 2026.
Komunitas Vespa terdiri dari komunitas Gembel Necis, Komunitas Bosok, komunitas Sakit Jiwa, komunitas Sowek’s, dan komunitas lain didampingi dari relawan Relawan Universitas Semarang USM yang tergabung dalam UKM Koprs Sukarela (KSR) PMI dan Forum Komunikasi Mahasiswa Islam (FOKMI) bersama Mapala Universitas Muria kudus (UMK) terjun langsung membantu distribusi logistik dan evakuasi warga terdampak banjir di Dukuh Karanganyar Desa Payaman Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus.
Selain itu mereka juga berkolaborasi dengan komunitas komunitas jeep, dan Medical Emergency Disaster and Adventure (Med – A) kudus.
Menurut Koordinator relawan komunitas vespa Rizki bahwa hari ini tim relawan melakukan distribusi logistic terdiri dari beras, gula, susu, minyak goreng dan evakuasi warga Dukuh Karanganyar Payaman Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus.
“Distribusi dilakukan langsung ke posko masjid Dukuh Karanganyar Payaman karena beberapa warga bertahan di kampung tersebut untuk mengamankan desa dan menjaga harta benda sehingga perlu logistik,” ungkap Rizki.
“Selain distribusi bahan makanan, tim juga mengevakuasi warga menuju ke tempat aman, bahkan tim relawan juga mengevakuasi truk bermuatan beras 10 ton yang mogok akibat banjir dan tersesat di Dukuh Karanganyar Desa Panyaman. Sopir berusaha menghindari banjir namun karena mengandalkan google maps sehingga tersesat dan terjebak banjir,” tambahnya.
Evakuasi truk ini memakan waktu yang cukup lumayan karena harus ditarik jeep dan didorong agar bisa berputar balaik kea rah jalur lingkar Kudus. Truk bermuatan beras ini sebenarnya mengangkut beras dari Kudus menuju Surabaya namun mogok akibat terjebak banjir.
Sementara itu Ketua RW 6 Desa Payaman Muhammad Subakri mengaku berterima kasih atas bantuan logistik berupa bahan makanan dari komunitas Kudus.
“Semoga banjir segera surut dan aktifas warga bisa kembali normal, kami sudah bertahan selama hampir semimggu guna menjaga kampung dan harta benda,” ungkap Muhammad Subakri.
