Alumni Teknik Elektro USM Bagikan Pengalaman Konstruksi PLTU di Program Praktisi Mengajar

SEMARANG – Program Studi S1 Teknik Elektro Universitas Semarang (USM) menggelar kegiatan Praktisi Mengajar pada mata kuliah Usaha Jasa Konstruksi dan Manajemen Proyek, Senin (18/5/2026). Bertempat di Ruang 503 Gedung Menara USM, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mendongkrak kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran berbasis industri.

Kuliah umum yang diampu oleh Dr. Ir. Priyo Adi Sesotyo, S.T., M.En., IPU. ini menghadirkan narasumber ahli, Nuris Apriyanto, S.T. dari PT Bhumi Jepara Services. Menariknya, Nuris merupakan alumni Teknik Elektro USM angkatan 2005. Dalam kesempatan tersebut, ia membawakan materi bertajuk “Konstruksi dan Commissioning PLTU” di hadapan para mahasiswa yang mengambil mata kuliah terkait.

Pada sesi awal, Nuris memaparkan gambaran umum proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) beserta tahapan utamanya. Mahasiswa diajak membedah proses perencanaan dan persiapan proyek, mulai dari studi kelayakan, pengurusan perizinan, pembebasan lahan, hingga pematangan area konstruksi. Melalui materi ini, ia menekankan bahwa kematangan perencanaan di tahap awal menjadi kunci utama keberhasilan proyek ketenagalistrikan.

Masuk ke sesi berikutnya, praktisi berpengalaman ini mengupas tahapan rekayasa (engineering) dalam pembangunan PLTU. Penjelasannya mencakup penyusunan desain dasar, Detail Engineering Design (DED), pemodelan 3D, hingga strategi pengadaan peralatan utama seperti boiler, turbin, generator, dan transformator. Nuris juga menggarisbawahi krusialnya koordinasi antara perencana, vendor, dan pelaksana agar proyek berjalan efektif dan tepat waktu.

Tak hanya itu, mahasiswa juga mendapat pasokan ilmu mengenai konstruksi sipil. Pembahasan meliputi pembangunan pondasi utama, gedung power house, gedung boiler, serta infrastruktur pendukung seperti jetty batubara, jalan akses, dan sistem utilitas. Di luar aspek teknis, Nuris mengingatkan pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pengawasan mutu, serta pengendalian waktu demi meminimalkan risiko keterlambatan atau kegagalan konstruksi.

Sebagai penutup materi teknis, tahapan pemasangan mekanikal dan elektrikal turut dibahas secara mendalam. Nuris menjelaskan proses instalasi komponen penting seperti boiler, turbin, sistem perpipaan, generator, transformator, switchyard, panel kontrol, hingga sistem grounding dan distribusi listrik. Mahasiswa juga diperkenalkan pada proses krusial testing dan commissioning, seperti no-load test, uji interlock, hingga load test sebelum pembangkit siap beroperasi secara komersial.

Melalui program Praktisi Mengajar ini, ruang kelas bertransformasi menjadi ruang diskusi interaktif yang aplikatif. Pengalaman nyata yang dibagikan sang alumni memberikan wawasan segar mengenai tantangan riil di lapangan, baik dari sisi teknis maupun manajemen proyek. Lewat sinergi praktisi dan akademisi ini, lulusan Teknik Elektro USM diharapkan lebih siap dan kompeten dalam memasuki dunia kerja profesional, khususnya di industri ketenagalistrikan dan jasa konstruksi.

Pos terkait