GUIZHOU / SEMARANG – Universitas Semarang (USM) secara resmi memperkuat pijakan dan perannya di kancah internasional dengan berpartisipasi aktif dalam penandatanganan deklarasi pembentukan Aliansi Kerja Sama Pendidikan Sepanjang Hayat China-ASEAN (China–ASEAN Lifelong Education Cooperation Alliance). Deklarasi bersejarah yang berlangsung pada Forum Internasional Pertama bertajuk “Pemberdayaan Digital-Cerdas untuk Pembelajaran Sepanjang Hayat, Membangun Ekosistem Baru Pembelajaran Sepanjang Hayat Bagi Umat Manusia” di Guizhou, China, pada Kamis (30/7/2026) ini menempatkan USM sebagai salah satu perwakilan strategis dari institusi pendidikan tinggi Indonesia.
Langkah diplomasi pendidikan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Republik Indonesia. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kehadiran Staf Ahli Wakil Menteri, Suparto, yang secara resmi hadir mewakili pemerintah dalam prosesi penandatanganan kesepakatan internasional tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Suparto menegaskan komitmen dan apresiasi pemerintah atas inisiatif strategis ini.
“Pemerintah mendukung penuh deklarasi kerja sama internasional ini. Kolaborasi antara perguruan tinggi seperti USM dengan mitra-mitra global di ASEAN dan Tiongkok merupakan langkah nyata dalam memperkuat diplomasi pendidikan sekaligus menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat. Kami berharap sinergi ini tidak berhenti pada seremonial penandatanganan saja, melainkan berlanjut pada aksi nyata yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas SDM serta pemberdayaan masyarakat di sektor riil,” ujar Suparto.
Dalam ajang internasional tersebut, USM berdiri sejajar dengan Guizhou Open University selaku tuan rumah dan penyelenggara sekretariat aliansi, serta berbagai lembaga pendidikan ternama dari negara-negara anggota seperti Laos, Kamboja, Vietnam, Australia, dan puluhan universitas terbuka terkemuka di Tiongkok. Kehadiran seluruh perwakilan institusi beserta jajaran pemerintah ditandai dengan penekanan tombol bersama sebagai simbol dibukanya era baru kolaborasi pendidikan sepanjang hayat lintas negara.
Sebagai platform kolaborasi permanen pertama di bidang pendidikan sepanjang hayat (lifelong education) yang menghubungkan China dan ASEAN, aliansi ini disepakati untuk berfokus pada empat pilar utama kerja sama secara terpadu, yaitu saling mengadopsi model pembelajaran inovatif, membagikan sumber daya pembelajaran digital secara terintegrasi, menyusun standar pengajaran berskala internasional, serta melakukan riset bersama terkait pengembangan teori pendidikan berkelanjutan di era digital.
Menanggapi momentum strategis tersebut, Rektor Universitas Semarang, Dr. Supari, S.T., M.T., menegaskan bahwa keikutsertaan USM dalam aliansi internasional ini merupakan lompatan besar kampus dalam memperluas jejaring global. Beliau menyampaikan bahwa di era konektivitas dan digitalisasi saat ini, pendidikan sepanjang hayat berbasis teknologi cerdas bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendasar untuk membangun sumber daya manusia yang adaptif. USM berkomitmen penuh untuk tidak hanya menjadi peserta aktif, tetapi juga pendorong utama yang siap mengintegrasikan sumber daya digital, menyelaraskan mutu pengajaran dengan standar global, serta membuka ruang kolaborasi riset yang seluas-luasnya bagi civitas akademika.
Sebagai salah satu wujud aplikasi nyata dari deklarasi kerja sama internasional ini, USM akan mengimplementasikannya secara langsung di lapangan melalui program pendampingan dan pemberdayaan para petani buah di wilayah Jawa Tengah. Melalui pendekatan pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) dan pemanfaatan teknologi digital-cerdas dalam sektor agribisnis, USM berkomitmen mendampingi para petani dalam alih teknologi pertanian modern, pengelolaan pascapanen, hingga penguatan rantai pasok digital guna meningkatkan kualitas hasil panen, kesejahteraan, dan daya saing petani lokal di Jawa Tengah.
Menindaklanjuti deklarasi bersama ini, Universitas Semarang akan terus memadukan riset, teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), pembaruan kurikulum internal, program mobilitas akademik internasional, serta pengabdian masyarakat yang berdampak langsung. Melalui sinergi kuat antara pemerintah, institusi global, dan masyarakat lokal, Universitas Semarang kembali mengukuhkan perannya sebagai penggerak kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan global yang inklusif, berbasis digital, dan berorientasi pada kemajuan bersama.






