GUIZHOU / SEMARANG – Universitas Semarang (USM) secara resmi mengukuhkan peran strategisnya di kancah internasional dengan berpartisipasi aktif dalam peresmian dan penandatanganan deklarasi Aliansi Kerja Sama Pendidikan Sepanjang Hayat China-ASEAN (China–ASEAN Lifelong Education Cooperation Alliance). Langkah diplomasi pendidikan bertaraf internasional ini berlangsung pada Minggu, 2 Agustus 2026, dalam gelaran Pekan Pertukaran Pendidikan China-ASEAN 2026 di Guizhou, Tiongkok, serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Republik Indonesia yang diwakili secara langsung oleh Staf Ahli Wakil Menteri, Suparto, dalam prosesi penandatanganan kesepakatan tersebut.
Deklarasi bersejarah ini menandai terbentuknya platform kolaborasi permanen pertama di bidang pendidikan sepanjang hayat (lifelong education) yang menghubungkan Tiongkok dengan negara-negara di kawasan ASEAN. Berdiri sejajar dengan Guizhou Open University selaku sekretariat aliansi, Cyberjaya University Malaysia, serta berbagai lembaga pendidikan tinggi dari Kamboja, Laos, Vietnam, hingga Australia, Universitas Semarang hadir sebagai salah satu representasi perguruan tinggi unggulan asal Indonesia. Melalui kemitraan global ini, seluruh institusi bersepakat untuk saling mengadopsi model pembelajaran inovatif berbasis digital-cerdas, membagikan sumber daya pembelajaran secara terintegrasi, serta menyelaraskan standar pengajaran berskala internasional.
Kehadiran pemerintah Indonesia dalam momentum ini mempertegas pentingnya sinergi antara kebijakan publik dan dunia akademis. Staf Ahli Wakil Menteri, Suparto, menyampaikan apresiasi mendalam atas terjalinnya kerja sama internasional tersebut. Beliau menegaskan bahwa pemerintah mendukung penuh deklarasi ini sebagai langkah nyata dalam memperkuat diplomasi pendidikan sekaligus menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat. Pemerintah berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada seremonial penandatanganan saja, melainkan terus berlanjut pada aksi nyata yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat di sektor riil.
Menanggapi pencapaian strategis ini, Rektor Universitas Semarang, Dr. Supari, S.T., M.T., menyatakan bahwa keikutsertaan USM dalam aliansi internasional ini merupakan wujud transformasi kampus menuju perguruan tinggi berwawasan global. Beliau menegaskan bahwa di era konektivitas digital saat ini, pendidikan sepanjang hayat berbasis teknologi cerdas bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendasar untuk membangun masyarakat yang adaptif. USM berkomitmen penuh untuk tidak hanya menjadi peserta aktif, tetapi juga pendorong utama yang siap menyerap teknologi digital modern, menyelaraskan mutu pengajaran dengan standar global, serta membawa riset internasional langsung ke tengah masyarakat.
Sebagai bentuk aplikasi nyata dari deklarasi ini, Universitas Semarang mengimplementasikannya melalui program pendampingan dan pemberdayaan para petani buah di wilayah Jawa Tengah. Melalui pendekatan pembelajaran sepanjang hayat dan pemanfaatan teknologi digital-cerdas, USM mentransfer pengetahuan agroteknologi modern, pengelolaan pascapanen, hingga pelatihan e-commerce dan pemasaran digital kepada para petani lokal. Langkah ini dirancang untuk membantu para petani buah di Jawa Tengah meningkatkan efisiensi rantai pasok, mutu hasil panen, serta daya saing ekonomi mereka di pasar yang lebih luas.
Melalui integrasi riset kecerdasan buatan (AI), pembaruan kurikulum berstandar internasional, serta pengabdian masyarakat yang berdampak langsung, Universitas Semarang membuktikan peran gandanya. USM tidak hanya mampu berdiri sejajar dengan institusi global di panggung dunia, tetapi juga tetap berakar kuat dalam memberikan solusi nyata bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat di tanah air.




