SEMARANG – Universitas Semarang (USM) terus memperluas jejaring kemitraan strategis guna menyalurkan para lulusannya ke dunia kerja global. Dalam upaya tersebut, USM menjalin kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah yang disosialisasikan secara langsung kepada civitas akademika kampus pada Rabu (14/10/2026). Kolaborasi ini berfokus pada pembukaan peluang karier internasional, khususnya ke negeri Sakura, Jepang, yang kini tengah membutuhkan banyak tenaga kerja terlatih di berbagai bidang.
Guna mendukung percepatan penyaluran lulusan tersebut, program kerja sama ini menggandeng pihak Kadin dan Jayadi Global Education Center (JGEC). Salah satu fokus utama yang diperkenalkan dalam sosialisasi ini adalah program Specified Skilled Worker (SSW) atau pekerja berkeahlian spesifik. Skema ini dirancang untuk memberikan akses resmi dan terstruktur bagi mahasiswa maupun alumni yang ingin menguji kemampuan serta mengembangkan pengalaman profesional mereka di pasar kerja internasional.
Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Semarang, Dr. Saiful Hadi, S.T., M.Kom., menyambut positif hadirnya program ini sebagai langkah nyata mendorong kesiapan lulusan. Beliau menyampaikan keberadaan program ini menjadi angin segar bagi para alumni yang mengincar karier global.
“Kerja sama dengan Kadin Jateng ini sangat baik untuk membuka peluang kerja di Jepang. Hingga 2029, ada sekitar 820 ribu lowongan pekerjaan di sana yang bisa dimanfaatkan alumni melalui program SSW ini. Kami berharap langkah ini dapat membantu mengurangi angka pengangguran di Jawa Tengah,” ujar Dr. Saiful.
Sementara itu, pihak Kadin Jawa Tengah menegaskan komitmennya dalam mendukung program pemerintah untuk menekan angka pengangguran serta mempersiapkan potensi bonus demografi. Direktur Eksekutif Kadin Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dwi Prasetyanti, menjelaskan visi di balik pelaksanaan program SSW ini.
“Tujuan utama kami adalah membantu pemerintah mengatasi angka pengangguran di Jawa Tengah,” ungkap Yunita. Ia menambahkan, “Jika bonus demografi pada 2045 tidak diantisipasi dengan menyalurkan anak-anak usia produktif untuk bekerja di luar negeri, tingkat pengangguran kita pasti akan semakin menumpuk.” jelasnya.
Mengenai pilihan bidang kerja, Yunita Dwi Prasetyanti memaparkan bahwa skema SSW menyediakan cakupan sektor yang luas dan dinamis sesuai dengan minat generasi muda.
“Program SSW ini mencakup 18 sektor bidang pekerjaan, mulai dari manufaktur, industri, caregiver, pertanian, perkebunan, pariwisata, hingga perhotelan dan restoran. Mahasiswa atau Gen Z bisa memilih sektor yang sesuai dengan minat mereka, seperti konstruksi, layanan kesehatan, maupun bidang lainnya,” terangnya.
Mengakhiri paparannya, Yunita Dwi Prasetyanti mengajak para mahasiswa dan alumni USM untuk berani mengambil kesempatan ini agar mampu bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain.
“Kadin Jateng menawarkan program SSW sebagai solusi agar lulusan tidak bingung setelah lulus dan bisa bekerja di luar negeri dengan gaji lumayan. Pasar kerja di Jepang sedang terbuka luas, jadi mahasiswa USM harus cepat mengambil peluang ini dan jangan sampai kalah bersaing dengan negara lain seperti Vietnam atau China,” tutupnya.






