Meriah dengan Drumband Pemuda Gayeng dan Gunungan Jajanan, Karnaval Obor Warnai Hari Santri di Kadilangon

DEMAK – Cahaya obor dan lampion menerangi jalanan Kadilangon RT 02 RW 08, Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, pada Selasa malam (21/10/2026). Warga bersama para santri larut dalam kemeriahan Karnaval Obor Hari Santri Nasional 2026. Suara tabuhan drumband Pemuda Gayeng dan kehadiran tiga gunungan jajanan membuat suasana malam semakin semarak.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan doa bersama di Masjid Nuruddin Kadilangon, dilanjutkan salat Isya berjamaah. Setelah itu, peserta berarak mengelilingi kampung dengan membawa obor, lampion, dan lampu-lampu kecil. Sepanjang perjalanan, warga tampak menikmati suasana kebersamaan yang menjadi bagian istimewa dari peringatan Hari Santri tahun ini.

Penampilan drumband Pemuda Gayeng menjadi salah satu daya tarik karnaval. Irama musik yang mengiringi langkah peserta menambah semangat sepanjang perjalanan. Sementara itu, tiga gunungan jajanan turut mencuri perhatian dan menambah keunikan acara.

Ketua panitia, Mukhammad Rokhimin, mengaku bersyukur karena kegiatan yang memasuki tahun kedua ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Menurutnya, semangat warga menjadi modal utama terselenggaranya karnaval yang lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, Karnaval Obor Hari Santri Nasional ini sudah memasuki pelaksanaan kedua. Tahun ini terasa lebih meriah dengan obor, lampion, tiga gunungan jajanan, dan penampilan drumband Pemuda Gayeng. Semua itu tidak lepas dari dukungan dan antusiasme warga,” tuturnya.

Rokhimin menjelaskan, kegiatan tersebut bukan hanya untuk memeriahkan Hari Santri Nasional, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan bagi warga. Melalui kegiatan sederhana yang melibatkan berbagai kalangan, nilai persaudaraan, gotong royong, dan kecintaan terhadap agama dapat terus ditumbuhkan.

“Harapan kami, semangat Hari Santri tidak berhenti pada kegiatan karnaval saja. Anak-anak dan generasi muda perlu terus dibimbing agar memiliki akhlak yang baik, mencintai agama, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” imbuhnya.

Kemeriahan acara juga dirasakan para pelaku UMKM yang ikut berjualan di sekitar lokasi kegiatan. Berbagai makanan dan jajanan menarik perhatian pengunjung. Selain menambah pilihan bagi warga, aktivitas tersebut turut membuka peluang bagi pedagang lokal untuk meningkatkan pendapatan.

Ketua RT 02, Mubasiroh, menyampaikan apresiasi kepada warga yang telah berpartisipasi dan bergotong royong menyukseskan acara. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menunjukkan bahwa kebersamaan masih menjadi kekuatan penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang. Selain menjaga tradisi positif, karnaval diharapkan menjadi sarana mempererat kerukunan dan menumbuhkan semangat keagamaan di kalangan masyarakat.

Karnaval Obor Hari Santri di Kadilangon menjadi gambaran bahwa peringatan Hari Santri dapat dirayakan dengan cara yang dekat dengan kehidupan warga. Bukan hanya menghadirkan hiburan, kegiatan ini juga menghidupkan semangat persaudaraan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.

“Semoga tahun depan karnaval ini semakin meriah, semakin banyak warga yang terlibat, dan manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat Kadilangon,” pungkasnya.

Pos terkait