SEMARANG- Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) Provinsi Jawa Tengah menggelar Halal Bihalal dan Rapat Koordinasi di Ruang Seminar Rumah Amal Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada Sabtu, 18 April 2026.
Ketua AMKI Jateng Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Si mengatakan bahwa Pengurus Wilayah AMKI Jateng saat ini mendapatkan progress yang bagus terkait program kerja yaitu pengembangan masjid kampus siaga bencana, standar pengelolaan masjid kampus, dan assessment relegisiusitas.
“Kami berharap masing-masing tim menindaklanjuti hasil rapat ini sehingga pada rapat kerja yang akan datang bisa menjadi lebih matang dan program masjid siaga bencana sudah bisa diimplementasikan pada semester kedua,” ungkap Prof. Dr. Edy Purwanto.
Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan dari pengurus masjid kampus di Jawa Tengah antara lain Prof. Dr. Rudi Hartono M.Pd (UNNES), Dr. Agus Yulianto M.Si (UNNES), Dr. Rini Adiyani SE, S.Sos, MM., MPd. (UTP), Dr. Mahmud, SE, MM (UDINUS), Zakki Nurul Amin, M.Pd (UNNES), , Amthori Anwar, M.Si., M.Mar (POLIMARIN), Dr. Saiful Hadi, M.Kom (USM), Dr. Sri Praptono, S.Sos, M.M (UNPAND), dan Dr. Beni Habibi, M.Pd (UPS).
Sementara itu Dr. Agus Yulianto M.Si dalam taushiyahnya menyampaikan bahwa halal bihalal diambil dari tuntunan Alqur’an saling memaafkan. Ada amalam harian, bulanan dan tahunan, memohon ampun kepada Allah adalah harian. Karena membuat kesalahan kepada Allah bisa dibebaskan dengan memohon ampun dengan Allah.
Selain itu Dr. Agus Yulianto meninyinggung tentang fenomena saat ini banyak orang yang menyukai suara atau lantunan Alqur’an namun belum menyukai maknanya.
“Alqur’an yang sudah menjadi pondasi pergerakan AMKI saat ini digemari dan disukai suaranya namun belum disukai maknanya. Untuk itu, tugas kita semua agar makna dalam Alqur’an bisa kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” papar Dr. Agus Yulianto.
Lebih lanjut rapat koordinasi kali ini juga mematangkan rencana konsep masjid kampus siaga bencana yang dipaparkan oleh Dr. Saiful Hadi, M.Kom. Adapun rencana standar pengelolaan masjid kampus disampaikan oleh Prof. Dr. Rudi Hartono M.Pd, dan Penelitian untuk Religiusitas disampaikan oleh Dr. Agus Yulianto, M.Si.
Dalam paparannya Dr. Saiful menyampaikan tentang konsep Masjid Kampus Siaga Bencana dengan langkah kesiapsiagaan individu, koordinasi penanggulanagn bencana, sssessmen, rencana operasional, pemberian pelayanan, dan monitoring serta evaluasi. Hal ini penting karena Indonesia merupakan wilayah yang rawan bencana.
“Masjid memiliki peran yang sangat penting karena memiliki kelebihan dibanding bangunan lain seperti masjid memiliki genset, perlengkapan dapur, dan bangunan masjid juga aman karena bangunannya lebih tinggi disbanding yang lain. Selain itu masjid juga lebih kondusif, aman,” ungkap Dr. Saiful.
“Untuk mensukseskan masjid kampus siaga bencana kita harus siapkan tim, pelatihan penanggulangan bencana, kolaborasi dengan PMI, BPBD, BASARNAS serta pihak lain dan aksi nyata terjun di masyarakat dalam penanngulanagn bencana, saat ini masjid USM sudah memulainya dan memiliki fasilitas seperti perahu, mobil pickup, serta personel,” tambahnya.
Adapun menurut Prof. Dr. Rudi Hartono M.Pd bahwa standar masjid kampus, kriteria masjid kampus, indikator masjid kampus, instrumen masjid kampus harus ada standanya.
“Standar yang nanti dipakai adalah standar nasional. Standar masjid kampus harus diikuti dengan pelaksanaa dyang diikuti dengan indikator yang berdasarkan program program masjid kampus,” ungkap Prof. Dr. Rudi Hartono.






