Dari Peternakan Modern Hingga Makrame Relaksatif, Mahasiswa USM Melenggang ke KMI Expo 2026

BANYUMAS – Kontingen Universitas Semarang (USM) resmi bertolak untuk mengikuti ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVII 2026 yang diselenggarakan di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) pada 29 September hingga 1 Oktober 2026. Ajang bergengsi tahunan ini diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek ini menjadi puncak dari pelaksanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Mengusung tema “Wirata Berkarya Inovatif, Berakar Lokal, Berdampak Global”, ajang ini juga diikuti oleh 395 kelompok usaha mahasiswa terbaik yang datang dari berbagai perguruan tinggi di seluruh penjuru Indonesia.

Kehadiran para delegasi muda ini menjadi bukti nyata semangat kewirausahaan serta kreativitas mahasiswa USM dalam menciptakan produk berdaya saing tinggi di tingkat nasional. Dengan persiapan yang matang, tim wirausaha kampus siap menampilkan karya unggulan mereka di hadapan para juri dan pengunjung dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia.

Salah satu tim unggulan yang mewakili USM mengusung karya berjudul “Weduzophia”, sebuah inovasi penyedia kambing sehat dan berkualitas yang berbasis konsep super goat breeding system. Tim ini dikomandani oleh Rizki Saputra selaku CEO, bersama Syelvia Febriani di posisi CMO, Regina Putri Ariyani sebagai CFO, serta Rendy Tri Setyo Nugroho selaku COO. Di bawah bimbingan Dr. Any Setyarini, S.E., M.M., tim Weduzophia berhasil mengembangkan gagasan bisnis peternakan modern yang efisien dan mengutamakan kualitas kesehatan hewan ternak secara optimal.

Tak kalah menarik, tim kedua dari USM tampil memukau dengan produk bernama “KNOTIC”, yang menghadirkan kerajinan makrame sebagai dekorasi multifungsi yang estetik, customizable, serta memiliki nilai relaksatif anti-stres. Tim kreatif ini dipimpin oleh Silvia Echa Marsha selaku CEO, didampingi Fitrya Nur Rany sebagai CMO, dan Febry Eko Widianto yang memegang peran sebagai CFO. Karya ini menggabungkan sentuhan seni keindahan interior rumah dengan fungsi terapeutik yang menenangkan bagi para penggunanya.

Keikutsertaan dua tim wirausaha ini tidak hanya sekadar memamerkan produk, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring bisnis serta menguji ketangguhan mental bertanding di ajang bergengsi. Dukungan penuh dari civitas akademika USM dan bimbingan dari para dosen pembimbing menjadi pendorong utama bagi para mahasiswa untuk memberikan penampilan terbaik selama pameran berlangsung. Inovasi yang mereka bawakan membuktikan bahwa mahasiswa mampu melihat peluang bisnis dari sektor peternakan hingga seni kerajinan tangan.

Ajang KMI Expo XVII 2026 ini diharapkan dapat menjadi batu loncatan bagi para wirausahawan muda USM dalam mengembangkan skala bisnis mereka ke depan secara berkelanjutan. Universitas Semarang terus berkomitmen untuk memberikan wadah dan pendampingan terbaik bagi setiap ide kreatif mahasiswa agar mampu bersaing di era industri modern. Dukungan doa dan apresiasi dari seluruh warga kampus turut menyertai langkah kontingen USM agar dapat menorehkan prestasi membanggakan di arena Unsoed.

Pos terkait