SEMARANG – Dialog Mahasiswa ber‑SAMA FTIK diselenggarakan di Menara 6.15 pada hari Kamis, 30 April 2026, pukul 08.00–12.00 WIB, sebagai wadah resmi bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka kepada pihak fakultas. Kegiatan ini dihadiri secara luring oleh empat perwakilan mahasiswa, yaitu Gubernur BEM FTIK, dua delegasi dari Orma Himmatisi, satu delegasi dari Orma Himalika, serta satu koordinator tingkat dari Prodi Ilmu Komunikasi, sementara beberapa mahasiswa lain turut mengikuti secara daring melalui Zoom. Hadir pula sejumlah pihak fakultas, antara lain Dekan FTIK, Wakil Dekan FTIK, para Ketua dan Sekretaris Program Studi (Ilmu Komunikasi, Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Pariwisata), empat dosen per fakultas, pihak TU, perpustakaan, serta teknisi.
Dalam dialog ini, mahasiswa diberi kesempatan menyampaikan aspirasi baik melalui Google Form maupun secara langsung, dengan fokus utama pada empat tema: Akademik, Sarana Prasarana, Keorganisasian, dan Pelayanan. Dari keempat tema tersebut, diskusi paling intens terjadi pada tema Akademik dan Pelayanan/Sarana Prasarana, terutama terkait sistem perkuliahan online‑offline, kendala pada web e‑learning, isu biaya UKT, serta berbagai keluhan mengenai fasilitas kampus seperti jaringan wifi, lift, kondisi AC yang kurang dingin, fasilitas lab di Gedung Q, perlunya kanopi penghubung dari gedung FTIK ke kantin, toilet yang perlu disediakan tisu, dan ketersediaan galon air minum di gedung FTIK. Kesan keseluruhan kegiatan dinilai sangat positif karena suasana terasa komunikatif, sarat rasa kebersamaan sesuai tema “SAMA FTIK”, dan dialog berlangsung dua arah, sehingga mahasiswa merasa didengar secara langsung. Salah satu momen yang paling mengena adalah ketika beberapa aspirasi yang masuk melalui Google Form maupun yang disampaikan langsung direspon secara terbuka oleh pihak fakultas, sehingga forum ini tidak terasa sebagai formalitas semata, tetapi sebagai ruang kerja nyata antara mahasiswa dan pemangku kebijakan.
Menurut salah satu panitia, yaitu Aulia Nisa (mahasiswa DEMA FTIK), aspirasi yang paling berdampak jika benar‑benar ditindaklanjuti adalah terkait fasilitas pembelajaran, seperti perbaikan jaringan wifi, kondisi lab di Gedung Q, performa AC yang kurang dingin, serta kendala teknis pada sistem e‑learning yang sering error, karena ketiga hal tersebut berpengaruh langsung terhadap kenyamanan dan efektivitas proses belajar mahasiswa sehari‑hari. Dalam forum tersebut, pihak dekan dan pimpinan FTIK memberikan beberapa respons konkret secara langsung, antara lain
peneguran kepada dosen yang dinilai bermasalah, penambahan jaringan wifi 5G, pengajuan pembaruan kondisi lab di Gedung Q, serta rencana penyediaan galon air minum di Gedung M. Di sisi lain, pihak fakultas juga menjelaskan bahwa beberapa persoalan, seperti isu lift, biaya UKT, dan pembangunan kanopi, berada pada ranah kewenangan universitas pusat sehingga perlu diteruskan ke tingkat yang lebih tinggi.
Secara keseluruhan, dialog ini dinilai sudah cukup efektif sebagai wadah aspirasi mahasiswa karena mahasiswa diberi kesempatan menyampaikan keluhan dan pendapat secara langsung, kemudian pihak dekanat memberikan tanggapan terbuka sehingga mahasiswa merasa didengar. Forum ini juga membantu memperjelas mana permasalahan yang dapat diselesaikan di tingkat fakultas dan mana yang harus diusulkan ke universitas pusat. Namun, dari sisi kekurangan, beberapa pihak menilai bahwa keterwakilan suara mahasiswa dari masing‑masing program studi dan angkatan belum merata, sehingga di masa depan perlu dipastikan bahwa lebih banyak program studi dan angkatan memiliki perwakilan yang hadir secara langsung.
Ke depan, diharapkan kegiatan dialog semacam ini dapat dilaksanakan secara rutin dan tidak berhenti hanya pada penyampaian aspirasi saja, tetapi juga diikuti dengan tindak lanjut yang jelas dan transparan dari pihak FTIK maupun DEMA, misalnya melalui laporan berkala atau sosialisasi hasil implementasi aspirasi kepada seluruh mahasiswa. Selain itu, permohonan dokumentasi foto selama kegiatan dialog dapat diajukan kepada panitia untuk keperluan arsip dan pelaporan resmi.
Demikian berita acara ini dibuat dengan sebenar‑benarnya untuk menjadi catatan resmi pelaksanaan Dialog Mahasiswa ber‑SAMA FTIK.






