BANYUMAS – Program Studi Sistem Informasi Universitas Harapan Bangsa (UHB) membagikan ilmu pemrograman modern kepada generasi muda dalam kegiatan pengabdian masyarakat di SMK Negeri 1 Purwokerto baru-baru ini.
Lewat pelatihan bertajuk “AI Coding Experience: Mengenalkan Vibe Coding sebagai Pendekatan Inovatif Pengembangan Aplikasi bagi Generasi Digital Siswa SMK”, tim pengabdi UHB mengenalkan metode vibe coding, sebuah teknik pembuatan aplikasi berbekal bantuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI).
Agenda edukatif yang berlangsung selama tiga jam mulai pukul 08.30 WIB ini diikuti oleh para guru serta puluhan siswa jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Pelaksana sekaligus Kaprodi Sistem Informasi UHB, Retno Agus Setiawan, S.Kom., M.T., bersama jajaran dosen seperti Ir. Rosyid Ridlo Al-Hakim, S.Kom., S.Si., M.T., dan Krisna Widi Nugraha, S.Kom., M.Kom. Suasana pelatihan makin dinamis dengan hadirnya mahasiswa asing asal Sudan, Hassan Khalid Hassan Awadelseed, beserta beberapa alumni SMK N 1 Purwokerto yang kini menempuh studi di UHB.
Inisiatif ini lahir dari pesatnya arus transformasi digital yang menuntut calon tenaga kerja memiliki keahlian teknologi dan kemampuan menyelesaikan masalah. UHB memandang siswa SMK perlu didorong agar tidak sekadar menjadi konsumen atau pengguna pasif teknologi, melainkan mampu mengambil peran sebagai pencipta inovasi digital.
Dalam laporan kegiatannya, tim UHB menjelaskan bahwa “Vibe Coding merupakan metode pengembangan aplikasi yang memanfaatkan interaksi antara manusia dengan teknologi kecerdasan buatan.” Lewat pendekatan baru ini, pengembang aplikasi dapat mencurahkan fokus utama mereka pada penggalian ide, pematangan logika, dan kreativitas bisnis, sementara teknis penulisan kode dibantu oleh sistem AI.
Para peserta diajak langsung mempraktikkan teori yang didapat dengan merancang aplikasi manajemen tugas bernama “TaskKu”. Secara bertahap, siswa dipandu mulai dari mengidentifikasi masalah, menyusun instruksi (prompt) yang tepat untuk AI, membangun fitur-fitur aplikasi, melakukan pengujian sistem, hingga menerbitkan (deployment) aplikasi tersebut agar siap digunakan.
Sesi praktik ini mendapat sambutan hangat dari para siswa. Dari pelatihan ini, peserta menyadari bahwa pemanfaatan AI dalam pembuat program tidak serta-merta menggantikan peran manusia. Kreativitas dan kecermatan pengguna tetap dibutuhkan untuk merumuskan instruksi, mengevaluasi hasil kodingan, hingga menyempurnakan fitur. Selain meningkatkan literasi AI di sekolah, acara besutan Fakultas Sains dan Teknologi UHB ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan prospek studi dan karier di bidang Sistem Informasi.






