Kedisplinan dalam Salat Maktubah Berimplikasi Terhadap Perilaku Nonverbal dan Kemampuan Hafalan Al Qur’an

SEMARANG- Manusia diciptakan tidak lain untuk beribadah kepada Allah SWT. Seorang muslim memiliki kewajiban yang harus mereka laksanakan sebagai bentuk ibadah dan penghambaan kepada Allah karena telah mengikat diri dengan agama Islam. 

Di antara kewajiban muslim yaitu perintah salat. Salat memiliki kedudukan tertinggi diantara ibadah-ibadah yang lain bahkan kedudukannya tak tertandingi oleh ibadah yang lain karena ibadah salat yang terdahulu sebagai konsekuensi iman, tidak ada syariat samawi lepas dari-Nya. 

Ketaatan seorang muslim tidak hanya dalam perintah salat  maktubah ( fardhu) akan tetapi juga dalam perilaku di keseharian baik dalam bahasa verbal maupun nonverbalnya harus sesuai dengan syariat Islam. Pemahaman syariat Islam tidak dapat terlepas dari Al-Quran karena sumber pertama syariat Islam adalah Al-Quran. Kemurnian kitab suci Al-Quran terjaga dari masa Rasulullah Muhammad SAW hingga masa sekarang di antaranya melalui hafalan para huffadul Quran (para penghafal Al-Quran. 

Tim penelitian Universitas Semarang dengan ketua M. Dliya’ Ulami’, S.Pd.I, M.Pd.I, Enggar Dhian Pratamanti, S.S., M.Hum. Drs. Daryono, M.S.I melakukan penelitian implikasi pelaksanaan salat maktubah yang dikerjakan di awal waktu oleh para santri PPTQ Tholaba Barokatil Quran Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, Semarang Jawa Tengah terhadap hafalan Al-Quran dan bahasa nonverbalnya di kehidupan sehari-hari.

Kedisiplinan dalam pelaksanaan kewajiban kepada sang pencipta Allah SWT khususnya salat maktubah berimplikasi terhadap bahasa nonverbal dan hafalan al Qur’an santri. Hal tersebut dapat dilihat pada hasil penelitian yang menunjukan bahwa kedisiplinan seluruh santri dalam melaksanakan salat maktubah secara tepat waktu berimpilikasi dalam bahasa nonverbalnya dalam kategori sangat baik, begitu pula dalam kemampuan tahfid santri kategori baik. 

Konsistensi santri dalam menjaga kedisiplinan salat maktubahnya secara tepat waktu diimbangi dengan intensitas menyetorkan hapalan dan muroja’ah al Qur’an dan perilaku bahasa nonverbalnya. Pengasuh Ponpes Tahaffudhul Qur’an Tholaba Barokatil Qur’an Ustad M. Fuad Noor al hafid bersama ibu nyai Riyadhotul Hasanah al hafidhoh sangat mengapresiasi penelitian ini dan mengatakan bahwa pendidikan karakter dipondok pesantren tidak terlepas dari pembiasaan kedisiplinan dalam salat dan motivasi yang selalu diberikan dalam kajian-kajian keislaman melalui pengajian kitab kuning.

BACA JUGA  Simak Alur dan Link Pendaftaran Djarum Beasiswa Plus 2022/2023

Tim peneliti juga memberikan masker dan handsanitizer sebagai bentuk pencegahan  covid 19, selain itu juga memberikan bantuan infaq jariyah dan buku untuk menambah wawasan keilmuan bagi para santri. 

Muhammad Dliya’ selaku ketua mengatakan penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi ponpes Tholaba Barokatil Quran khususnya dan umumnya dapat menjadi sumber rujukan akademisi, peneliti, dan masyarakat perihal pentingnya kedisiplinan salat maktubah untuk dapat meningkatkan kemampuan menghafal Al-Quran dan perilaku bahasa nonverbal di kehidupan sehari-hari. 

Tim Penelitian USM Meneliti Implikasi Kedisplinan Salat Maktubah 

Tim penelitian Universitas Semarang dengan ketua M. Dliya’ Ulami’ S Pd I M Pd I, Enggar Dhian Pratamanti, S S M Hum, Drs. Daryono M S I melakukan penelitian implikasi pelaksanaan salat maktubah yang dikerjakan di awal waktu oleh para santri PPTQ Tholaba Barokatil Quran Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, Semarang Jawa Tengah terhadap hafalan Al-Quran dan bahasa nonverbalnya dalam kehidupan sehari-hari.

Pengasuh Ponpes Tahaffudhul Qur’an Tholaba Barokatil Qur’an Ustad M. Fuad Noor Al Hafid bersama Bu Nyai Riyadhotul Hasanah Al Hafidhoh sangat mengapresiasi penelitian ini.

“Pendidikan karakter di pondok pesantren tidak terlepas dari pembiasaan kedisiplinan dalam salat dan motivasi yang selalu diberikan dalam kajian-kajian keislaman melalui pengajian kitab kuning,” ujar Bu Nyai Riyadhotul.

Konsistensi santri dalam menjaga kedisiplinan salat maktubahnya secara tepat waktu diimbangi dengan intensitas menyetorkan hafalan dan muroja’ah Al Qur’an dan perilaku bahasa nonverbalnya. 

Kedisiplinan dalam pelaksanaan kewajiban kepada sang pencipta Allah SWT khususnya salat maktubah berimplikasi terhadap bahasa nonverbal dan hafalan Al Qur’an.

Hal tersebut dapat dilihat pada hasil penelitian yang menunjukan bahwa  kedisiplinan seluruh santri dalam melaksanakan salat maktubah secara tepat waktu berimpilikasi dalam hafalan dan bahasa nonverbalnya dalam kategori sangat baik.

BACA JUGA  Aplikasi Mental Health Terobosan Mahasiswa Sistem Informasi  USM

Tim peneliti juga memberikan masker dan handsanitizer sebagai bentuk pencegahan  covid 19, selain itu juga memberikan bantuan infaq jariyah dan buku untuk menambah wawasan keilmuan bagi para santri. 

“Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Pesantren Tholaba Barokatil Quran khususnya dan umumnya dapat menjadi sumber rujukan akademisi, peneliti, dan masyarakat perihal pentingnya kedisiplinan salat maktubah untuk dapat meningkatkan kemampuan menghafal Al-Quran dan perilaku bahasa nonverbal di kehidupan sehari-hari, ” tutur  M. Dliya’ Ulami’.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *