KENDAL – Dalam rangka pelaksanaan Program Multidisiplin 2 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 140 Universitas Diponegoro, mahasiswa menyelenggarakan kegiatan Edukasi Pemanfaatan Energi Terbarukan menggunakan media peraga prototipe Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sederhana di SDN 2 Ngabean, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal.
Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan literasi energi terbarukan bagi para siswa sekolah dasar melalui metode pembelajaran yang interaktif dan berorientasi pada praktik visual. Melalui peragaan prototipe PLTS sederhana tersebut, para siswa dapat menyaksikan secara langsung bagaimana proses konversi energi sinar matahari menjadi energi listrik, sekaligus memahami betapa pentingnya peran energi bersih dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian prototipe yang digunakan mencakup beberapa komponen utama, seperti panel surya mini, baterai sebagai penampung daya, modul pengisian daya (charger module), indikator kapasitas baterai, saklar, hingga perangkat beban listrik sederhana berupa lampu LED dan motor DC. Seluruh komponen ini dirakit secara rapi menjadi sebuah alat peraga edukatif yang menarik, sehingga prinsip dasar kerja PLTS dapat dipahami secara lebih konkret oleh para siswa.
Selama sesi edukasi berlangsung, mahasiswa memaparkan konsep dasar energi terbarukan, pentingnya mengoptimalkan potensi energi matahari sebagai sumber daya ramah lingkungan, serta fungsi dari masing-masing komponen penyusun PLTS. Tak hanya penyampaian teori, para siswa juga diajak melihat langsung demonstrasi ketika aliran listrik dari panel surya berhasil menyalakan dan menggerakkan berbagai beban listrik sederhana tersebut.
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para murid SDN 2 Ngabean sepanjang kegiatan. Mereka tampil aktif dan responsif dalam mengajukan beragam pertanyaan seputar mekanika panel surya, mekanisme penyimpanan energi pada baterai, hingga dampak positif pemanfaatan energi bersih bagi kelestarian bumi. Kehadiran demonstrasi prototipe ini terbukti menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga materi teknis menjadi jauh lebih mudah diserap.
Melalui penyelenggaraan Program Multidisiplin 2 ini, diharapkan para siswa dapat mengenal teknologi ramah lingkungan sejak usia dini, menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam, serta memantik minat mereka terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya di bidang keilmuan energi dan ketenagalistrikan.
Program edukasi ini menjadi salah satu wujud nyata pengabdian masyarakat yang diusung oleh mahasiswa KKN Tematik Universitas Diponegoro di Desa Ngabean. Langkah ini diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar, memperluas literasi energi, serta memperkenalkan teknologi tepat guna kepada generasi muda penerus bangsa.
Inisiatif program ini diusung oleh Muhammad Raditya Fadli, mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Teknik Listrik Industri, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro. Melalui pengabdian KKN Tematik 140 di Desa Ngabean, Raditya mengaplikasikan keilmuan teknik yang dipadu dengan pengabdian masyarakat guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa sekolah dasar mengenai pentingnya energi bersih serta teknologi berkelanjutan.




