Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto di Masjid Kampus Undip: Kampus Adalah Mesin Utama Kemajuan Bangsa

SEMARANG – Pengurus Wilayah Asosiasi masjid Kampus Indonesia (AMKI) Jawa Tengah membersamai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, Ph.D sholat subuh berjamaah di Masjid Kampus Universitas Diponegoro (Undip) pada Senin, 27 Juli 2026.

Usai sholat berjamaah, Prof. Brian Yuliarto menyampaikan kuliah subuh kepada jamaah dan civitas akademika Undip serta pengurus AMKI Jateng.

Dalam pemaparannya, Prof Brian menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi pusat kemajuan sekaligus mesin penggerak utama bagi Indonesia untuk menjadi negara maju, sejahtera, dan beradab.

Di hadapan para jamaah dan civitas akademikaUndip, Brian menekankan bahwa bangsa yang besar berawal dari masyarakat yang memiliki ambisi dan cita-cita tinggi. Ia mengisahkan keteladanan empat pemuda tabi’in yang saling berbagi impian besar di masa muda hingga seluruhnya berhasil dicapai di kemudian hari:

Abdullah bin Zubair: Bercita-cita menjadi pemimpin atau khalifah di Hijaz dan sekitarnya, yang pada akhirnya benar-benar terwujud. Mush’ab bin Zubair: Ingin menguasai wilayah Irak serta meminang wanita-wanita bangsawan terkemuka, hingga tercapai menjadi penguasa Irak yang gagah. Urwah bin Zubair: Berdoa agar menjadi ulama besar yang menguasai ilmu agama dan Al-Qur’an, yang membawanya tumbuh menjadi salah satu dari tujuh fuqaha (ahli fikih) terkemuka di Madinah. Dan Abdul Malik bin Marwan: Memiliki ambisi besar memegang kekuasaan tertinggi atas seluruh wilayah kaum muslimin, yang kemudian mengantarkannya menjadi Khalifah Bani Umayyah yang besar.

“Kampus harus punya cita-cita yang besar. Kita harus sejajar dengan kampus luar negeri, hingga orang asing yang datang belajar ke kampus Indonesia. Kisah para pemuda tabi’in mengajarkan kita bahwa sesuatu yang awalnya tampak tidak mungkin, dengan tekad, ikhtiar, dan doa, bisa menjadi mungkin,” ujar Brian.

Ia juga memotivasi para dosen muda agar tidak ragu mematok target tinggi dalam karier akademis dan penelitian. Dosen muda didorong untuk berambisi menjadi guru besar di usia muda serta menghasilkan riset internasional yang diakui dunia.

Apresiasi Inovasi Lingkungan dan Sains Undip

Dalam kesempatan tersebut, Mendiktisaintek turut memberikan apresiasi atas capaian nyata yang telah diraih oleh Undip. Menurutnya, salah satu indikator negara dan kampus maju adalah efisiensi pengelolaan lingkungan yang berdampak langsung pada masyarakat.

Brian menyoroti keberhasilan Undip dalam pengelolaan sampah dan penanganan air, termasuk alat penyulingan air bersih di 13 titik kawasan Pantura. Secara khusus, ia memuji inovasi pengawet cabai karya Prof. Dr. Muhammad Nur yang mampu bertahan hingga 3–6 bulan.

“Negara maju ditandai dengan pengelolaan sampah yang semakin sedikit dan pemanfaatan sains yang tepat guna. Undip telah menunjukkan langkah maju tersebut melalui inovasi riset yang memberi solusi nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Kekuatan Doa, Tawakal, dan Istighfar

Selain dorongan akademis, Brian menyertakan pesan-pesan spiritual. Ia mengingatkan pentingnya mengawali setiap ikhtiar dengan doa dan sikap tawakal sebagai puncak ibadah.

Ia mengutip zikir Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir yang diucapkan Nabi Ibrahim AS saat menghadapi cobaan besar, serta dibaca Rasulullah SAW beserta para sahabat yang bertekad kuat dalam peristiwa Hamra al-Asad pasca-Perang Uhud.

Mengakhiri kuliah subuhnya, Mendiktisaintek mengajak seluruh akademisi untuk memperbanyak istighfar, terutama di waktu menjelang subuh, serta tetap bersyukur dan mengingat Allah di kala dalam kondisi lapang.

“Kenali Allah di saat senggang, maka Allah akan mengenali kita di saat sulit. Semakin kita mendapat nikmat, hendaknya semakin kita ingat kepada Allah dan memperbanyak doa,” tutur Prof Brian.

Lebih lanjut Ketua AMKI Jateng Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Si mengatakan bahwa Sesuai semboyan Pak Menteri, PW AMKI Jateng akan segera merealisasikan progam-program kegiatan yamg berdampak.

“Program berdampak yang dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat kampus, utamanya mahasiswa (program rumah amal; serta program pembinaan mental spiritual mahasiswa); serta program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat luas (program masjid kamous tanggap bencana),” ungkap Prof. Dr. Edy Purwanto.

“Sebaik-baik masjid kampus adalah masjid kampus yang banyak memberi manfaat,” pungkasnya.

Pos terkait