SEMARANG – Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti Upacara Wisuda ke-77 Universitas Semarang (USM) yang digelar pada Kamis (27/8/2026). Salah satu momen istimewa terjadi saat perwakilan wisudawan dari Program Studi S1 Ilmu Hukum, Habib Muhammad Edrus Mutahar, menyampaikan sambutan di hadapan jajaran senat, pimpinan universitas, serta ribuan wisudawan dan orang tua yang hadir. Dalam kesempatan tersebut, ia membagikan kisah perjalanan studinya yang tak lepas dari bimbingan dan dukungan penuh Rektor USM hingga berhasil menuntaskan pendidikan sarjananya.
Habib Muhammad menceritakan bahwa perkenalannya dengan Rektor USM bermula dari kegiatan keagamaan dan majelis ilmu yang sering mereka ikuti bersama.
“Awalnya ya dari bertemu Bapak Rektor. Bapak Rektor kan suka mengaji, suka menambah ilmu, dan suka ke majelis-majelis. Pertama kenalnya akrab dengan beliau di majelis, kemudian ada tawaran dari beliau yang sangat bersemangat memotivasi anak muda. Saya termasuk yang dimotivasi oleh beliau untuk kuliah dan mencari ilmu di USM,” ungkap Habib Muhammad.
Habib Muhammad mengaku sangat bersyukur karena motivasi tersebut diiringi dengan kesempatan mendapat beasiswa penuh hingga lulus.
“Saya enggak nyangka, saya kira saya bayar. Niatnya memang awalnya enggak cari beasiswa, tapi kemudian Bapak Rektor menyampaikan bahwa semuanya ditanggung oleh beliau. Bahkan ini sudah ditawari untuk lanjut S2 sama beliau padahal S1 belum resmi selesai saat itu. Masya Allah luar biasa, bahagia sekali apalagi dapat kehormatan mewakili wisudawan-wisudawati,” jelasnya.
Dalam sambutannya di podium, Habib Muhammad juga menyampaikan pesan mendalam kepada rekan-rekan wisudawan agar terus melangkah dan tidak berhenti belajar meski telah mengantongi gelar sarjana.
“Jangan berhenti. Seperti saya yang sudah punya anak tiga tapi masih belajar, jangan pernah berhenti. Terus belajar dan ilmu yang kita dapatkan harus bermanfaat untuk nusa, bangsa, serta masyarakat luas. Jangan berhenti di diri sendiri saja,” tegasnya.
Menutup prosesi wisuda, Habib Muhammad menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada para dosen, pimpinan USM, serta orang tua yang selalu memberikan doa dan dukungan tanpa henti. Ia mengingatkan rekan-rekannya bahwa gelar sarjana yang diraih merupakan amanah besar untuk menjaga integritas dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Perjalanan di USM pun resmi berakhir, namun menjadi awal dari langkah perjuangan baru bagi para lulusan ke depannya.






