Berita  

Nunik Kusnilawati, Dosen FE USM Raih Gelar Doktor

Nunik Kusnilawati, Dosen FE USM Raih Gelar Doktor

KAMPUSPEDIA.ID – Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Semarang (USM) menambah satu doktor baru lagi yaitu Dr Dra Nunik Kusnilawati MM usai mempertahankan disertasinya, yang berjudul “Keterikatan Kerja Sebagai Pemediasi Pengaruh Islamic OCB, Dukungan Organisasional, dan Keadilan procedural Terhadap Komitmen Afektif (Studi Pada Dosen Generasi Milenial Perguruan Tinggi Swasta Berbasis Islam di Kota Semarang”, berhasil dipertahankan dihadapan para penguji Program Doktor di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, pada Selasa 19 Januari 2022.

Dr Dra Nunik Kusnilawati, MM mengemukakan, bahwa dukungan organisasional dan keadilan prosedural walau telah diterapkan organisasi tetap tidak mempengaruhi komitmen afektif.

“Karena dosen generasi milenial merasa dukungan organisasi masih kurang, selain itu dosen generasi milenial belum dapat mengubah mindset untuk mempunyai komitmen. Hal ini desebabkan dosen generasi milenial beranggapan bahwa usia yang masih tergolong muda bisa dengan mudah mencari peluang kerja,” ucap Dr Nunik.

Nunik mempertahankan disertasi secara online, dengan promotor Prof Dr Heru Kurnianto Tjahjono, Prof Dr Muafi dan Dr Wisnu Prajogo.

BACA JUGA : Resmi, Pascasarjana USM Menerima Mahasiswa Baru

Dosen Yayasan Alumni Undip ini mengemukakan bila ketiga hal tersebut lekat dengan generasi milenial. Namun temuan Hauw dan Vos (2010) menurutnya perlu dicermati.

“Karena menyatakan bahwa generasi milenial cenderung mencari peluang peningkatan karir di lembaga lain manakala apa yang diinginkannya tidak tersedia di Lembaga tempatnya bekerja,” tandas ibu dua anak, Rizki dan Rachma dari pernikahannya dengan Erwin Dwi Edi Wibowo.

Disebutkan, penelitian ini mengaitkan factor komitmen afektif ini dengan factor-faktor lain yang mempengaruhi. Antara lain Islamic Organizational Citizenship Behaviour (OCB) yang oleh peneliti pertama yaitu Kamil (2014) disebut sebagai Islamic Organizational Citizenship Behaviour (OCBIP), kemudian dukungan organisasional dan keadilan prosedural.

Perilaku yang menjadi tuntutan organisasi saat ini adalah tidak hanya perilaku in-role, tetapi juga perilaku extra-role. Perilaku extra-role ini disebut juga dengan Organizational Citizenship Behaviour (OCB). Dalam penelitian ini yang dimaksud OCB adalah OCB dalam perspektif Islam. Dari hasil penelitian Podsafoff, et al (2000) tentang pengaruh OCB terhadap kinerja organisasi, salah satu kesimpulannya adalah OCB dapat meningkatkan stabilitas kinerja organisasi.

Dengan Islamic OCB akan dapat meningkatkan kinerja dosen generasi milenial karena perilaku berlatar belakang ketaqwaan dan keyakinan pada ajaran Islam yang selalu mengedepankan perbuatan baik untuk kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Sehingga akan menghasilkan extra-role yang mampu memberikan kontribusi terhadap pencapaian tingkat kinerja yang tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *