Sasar Generasi Muda, Ganas Annar MUI Jateng Perkuat Edukasi Pencegahan Narkoba

SEMARANG – Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah memperkuat Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kwaspadaan terhadap peredaran narkoba dan melindungi generasi penerus dari bahaya penyalahgunaan zat terlarang.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Ganas Annar MUI Jateng Dr KH Multazam Ahmad MAg usai pelantikan pengurus baru masa khidmat 2026-2029 di Hotel Metro Semarang pada 17-18 Oktober 2026.

Dr KH Multazam Ahmad menyampaikan bahwa edukasi menjadi salah satu program utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Program tersebut menyasar berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, pelajar, generasi muda, hingga masyarakat secara luas.

“Salah satu program kita adlah edukasi penyalahgunaan narkotika, penyalahgunaan narkoba, baik dalam kalangan, baik dari kalangan pelajar, anak-anak, genrasi muda, sampai masyarakat luas,” ujarnya.

Dr KH Multazam Ahmad menyebutkan, angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Jawa Tengah mencapai 2,96 persen, berdasarkan data yang dirujuknya drai Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian bersama agar Upaya pencegahan dapat terus ditingkatkan

“Di Jawa Tengah ini prevalensinya sudah 2,96 persen, jadi kita masih urutan keempat. Ini harus kita waspadai. Mudah-mudahan kita bersama-sama   mampu menyelamatkan generasi kita, anak dan cucu kita,” katanya

Menurutnya, Upaya pencegahan perlu menyesuaikan perkembangan modus peredaran narkoba, termasuk berbagai hal yang saat ini diminati anak muda. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap lingkungan pergaulan generasi muda.

Selain edukasi kepada masyarakat, Ganas Annar juga merencanakan kegiatan penyuluhan bagi pelajar di Jawa Tengah. Salah satu rencana kegiatan tersebut akan menyasar siswa SMA Negeri 3 dan dalam keterangan narasumber disebutkan akan dilaksanakan sekitar pertengahan April.

Ia menilai penyuluhan di lingkungan Pendidikan penting untuk memberikan pemahaman sejak dini mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta meningkatkan kewaspadaan pelajar terhadap berbagai bentuk peredarannya.

Ganas Annar juga mendorong kerja sama dengan media massa, termasuk radio dan televisi, untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.

“Kita bekerja sama dengan radio, dengan TV, termasuk media lainnya, untuk menyuarakan agar masyarakat waspada. Kita harus memperhatikan perkembangan modus dan apa yang saat ini dibutuhkan anak-anak muda,” ujarnya.

Melalui edukasi, penyuluhan di lingkungan Pendidikan, serta kerja sama dengan berbagai pihak, Ganas Annar MUI Jawa Tengah berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba semakin meningkat. Keterlibatan keluarga, Lembaga Pendidikan, media, dann masyarakat dinilai penting untuk bersama-sama melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.

Pos terkait