Semarang, 29 Mei 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik VI Universitas Semarang (USM) menghadirkan inovasi produk dan pelatihan pengemasan modern bagi pelaku UMKM tahu bakso di RW 11 melalui program bertajuk “Inovasi Tahu Bakso dengan Varian Rasa Kekinian dan Manajemen Pengemasan Produk Menggunakan Vacuum Sealer sebagai Strategi Peningkatan Nilai Jual Produk” yang dilaksanakan pada Sabtu, 2 Mei 2026 di rumah Ibu Ida selaku Ketua RT 05 RW 11 Kelurahan Tegalsari, Kota Semarang.
Program kerja ini dilaksanakan oleh Muhammad Fahrurrozi Era Diantara dari Program Studi S1 Pariwisata sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM kuliner masyarakat. Kegiatan tersebut bertujuan membantu pelaku usaha tahu bakso agar mampu meningkatkan kualitas produk, daya tarik konsumen, serta nilai jual melalui inovasi rasa dan pengemasan modern. Di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin berkembang, pelaku UMKM dituntut untuk terus berinovasi agar mampu menarik minat konsumen, khususnya generasi muda. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN USM memperkenalkan berbagai varian rasa kekinian seperti pedas, keju, barbeque, dan sosis sebagai upaya meningkatkan daya tarik produk tahu bakso lokal.
Tidak hanya berfokus pada inovasi rasa, kegiatan ini juga menghadirkan pelatihan penggunaan vacuum sealer sebagai solusi pengemasan produk yang lebih higienis, rapi, dan tahan lama. Penggunaan alat tersebut dinilai mampu memberikan tampilan produk yang lebih modern dan profesional sehingga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM. Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan sosialisasi mengenai pentingnya inovasi produk dan strategi pengemasan dalam pemasaran usaha kuliner. Setelah sesi pemaparan materi, peserta diajak langsung mempraktikkan proses pembuatan tahu bakso dengan berbagai varian rasa serta praktik penggunaan vacuum sealer untuk pengemasan produk.
Muhammad Fahrurrozi Era Diantara menyampaikan bahwa inovasi rasa dan kualitas kemasan merupakan faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk UMKM di era modern. “Melalui program ini, kami berharap pelaku UMKM tidak hanya mampu menciptakan produk yang lezat, tetapi juga memiliki kemasan yang menarik, higienis, dan bernilai jual lebih tinggi sehingga mampu bersaing di pasaran,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengikuti proses praktik dan berdiskusi mengenai pengembangan usaha kuliner yang lebih kreatif dan inovatif. Salah satu peserta kegiatan, Ibu Ida, mengaku pelatihan tersebut memberikan manfaat baru bagi pelaku UMKM di lingkungan RW 11 Kelurahan Tegalsari. “Pelatihan ini sangat membantu karena kami jadi mengetahui cara membuat produk lebih menarik dan tahan lama melalui pengemasan yang baik,” ungkapnya.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN USM berharap pelaku UMKM tahu bakso dapat terus mengembangkan inovasi produk dan strategi pemasaran sehingga mampu meningkatkan penjualan serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.






