SMK Miftahul Ulum Boarding School Masuk Program Sekolah Kemitraan Pemprov Jateng 2026

Demak – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB Negeri. Dalam pelaksanaannya, Pemprov Jateng kembali menghadirkan Program Sekolah Kemitraan Jalur Afirmasi sebagai upaya memberikan akses pendidikan gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Melalui program tersebut, peserta didik dari keluarga miskin dapat menempuh pendidikan di sekolah swasta mitra tanpa dipungut biaya. Tahun ini, tercatat sebanyak 139 SMA dan SMK swasta di berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah ditunjuk sebagai penyelenggara Sekolah Kemitraan.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, menjelaskan bahwa sekitar 5.000 siswa dari keluarga tidak mampu akan mendapatkan pembiayaan pendidikan melalui APBD Provinsi Jawa Tengah. Program tersebut mencakup skema sekolah kemitraan, boarding school, hingga semi boarding.

“Sekitar 5.000 anak dari keluarga miskin akan dibiayai APBD Provinsi Jawa Tengah melalui program Sekolah Kemitraan, Boarding, dan Semi Boarding,” ujarnya sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Rabu (20/5/2026).

Penetapan sekolah penyelenggara program tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Nomor 400.3.1/06293 Tahun 2025 tentang satuan pendidikan swasta mitra program afirmasi.

Di Kabupaten Demak, terdapat empat sekolah yang dipercaya menjadi bagian dari program tersebut, yakni SMA Muhammadiyah Sayung, SMK Ganesa, SMK Miftahul Ulum Boarding School, dan SMK Ky Ageng Giri.

Masuknya SMK Miftahul Ulum Boarding School dalam daftar Sekolah Kemitraan menjadi bukti kepercayaan pemerintah terhadap kualitas layanan pendidikan yang diberikan sekolah tersebut, khususnya dalam mendukung akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Program Sekolah Kemitraan diharapkan mampu memperluas kesempatan belajar bagi siswa di Jawa Tengah, sekaligus menekan angka putus sekolah melalui dukungan pembiayaan pendidikan yang lebih merata dan inklusif.

Pos terkait