FTIK Universitas Semarang Gelar Workshop Peningkatan Jabatan Akademik Dosen untuk Percepat Pengembangan Karier Akademik

Semarang – Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM) menyelenggarakan Workshop Peningkatan Jabatan Akademik Dosen sebagai bagian dari komitmen fakultas dalam mempercepat pengembangan karier akademik dosen sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan FTIK. Kegiatan berlangsung pada Kamis (25/6/2026) di Ruang Teleconference Lantai 8 Gedung Menara Universitas Semarang dan diikuti oleh seluruh dosen FTIK.

Workshop menghadirkan jajaran pimpinan Universitas Semarang, yaitu Wakil Rektor II Dr. Abdul Karim, S.E., M.Si., Ak., CA., Wakil Rektor III Dr. April Firman Daru, S.Kom., M.Kom., Dekan FTIK Dr. Atmoko Nugroho, S.T., M.Eng., Wakil Dekan FTIK Dr. Aria Hendrawan, S.T., M.Kom., serta narasumber dari bidang kepegawaian Universitas Semarang. Kehadiran pimpinan universitas menunjukkan kuatnya dukungan institusi terhadap percepatan peningkatan jabatan akademik dosen.

Dalam sambutannya, Dekan FTIK Dr. Atmoko Nugroho menegaskan bahwa peningkatan jabatan akademik dosen tidak lagi dipandang sebagai pencapaian individual semata, tetapi merupakan indikator strategis dalam peningkatan mutu fakultas dan universitas. Menurutnya, semakin banyak dosen yang berhasil mencapai jenjang Lektor Kepala maupun Guru Besar akan memberikan dampak signifikan terhadap penguatan akreditasi, pengembangan program studi, serta peningkatan daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Wakil Rektor II Dr. Abdul Karim menekankan pentingnya membangun budaya mutu (quality culture) melalui peningkatan kualitas dosen secara berkelanjutan. Beliau mengingatkan bahwa perguruan tinggi harus mampu memberikan dampak nyata kepada masyarakat, sekaligus memenuhi indikator penilaian akreditasi yang meliputi relevansi, akuntabilitas, serta diferensiasi visi dan misi institusi. Program studi juga didorong untuk mampu mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi sebagai dasar dalam penyusunan program kerja dan penganggaran yang lebih tepat sasaran.

Materi workshop membahas secara komprehensif regulasi terbaru mengenai pengusulan Jabatan Akademik Dosen (JAD), mulai dari jenjang Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala hingga Guru Besar. Peserta memperoleh pemahaman mengenai perubahan mekanisme pemenuhan angka kredit yang terintegrasi dengan Beban Kerja Dosen (BKD), pentingnya linearitas bidang ilmu, serta strategi penyusunan portofolio Tri Dharma Perguruan Tinggi agar memenuhi standar penilaian nasional. Pembahasan juga menekankan pentingnya publikasi ilmiah bereputasi, pengabdian kepada masyarakat yang berdampak, serta optimalisasi unsur penunjang sebagai bagian dari pemenuhan angka kredit.

Selain aspek regulasi, peserta mendapatkan pendampingan teknis mengenai optimalisasi penggunaan aplikasi SISTER sebagai basis data utama rekam jejak akademik dosen serta mekanisme pengajuan melalui platform SIJAGO yang dikelola LLDIKTI. Seluruh dosen diingatkan untuk memastikan validitas data pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, serta dokumen pendukung lainnya agar sinkron dengan sistem nasional. Ketidaksesuaian data, terutama terkait publikasi ilmiah maupun klaim angka kredit, menjadi salah satu faktor utama yang dapat menyebabkan usulan jabatan akademik ditolak pada tahap verifikasi.

Workshop juga mengulas secara rinci persyaratan administratif dan syarat khusus bagi setiap jenjang jabatan akademik, termasuk ketentuan Beban Kerja Dosen, Indikator Kinerja Dosen (IKD), Sertifikat Pendidik, proporsi angka kredit penelitian, hingga kewajiban publikasi ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi sesuai jenjang jabatan yang diusulkan. Seluruh persyaratan tersebut mengacu pada ketentuan terbaru Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas usulan dosen FTIK pada proses penilaian nasional.

Sebagai tindak lanjut kegiatan, FTIK Universitas Semarang menginstruksikan seluruh dosen untuk segera melakukan inventarisasi portofolio Tri Dharma, melakukan pembaruan data pada aplikasi SISTER, serta menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan jabatan akademik masing-masing. Fakultas juga akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pendampingan Jabatan Akademik Dosen yang bertugas memberikan pendampingan secara berkelanjutan melalui kegiatan coaching clinic, pemeriksaan dokumen usulan, hingga pendampingan proses pengajuan kepada LLDIKTI.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, FTIK Universitas Semarang berharap tercipta percepatan peningkatan jabatan akademik dosen secara lebih sistematis, terarah, dan berkelanjutan. Peningkatan jumlah dosen dengan jabatan akademik yang lebih tinggi diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas akademik institusi, tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Pos terkait