Dosen FTIK USM Dampingi Penjahit UMKM Semarang “Go Digital” 

SEMARANG – Tim dosen Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan mendampingi kelompok penjahit UMKM di Kota Semarang beralih ke sistem pemesanan digital. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 28 Juli 2026 ini memperkenalkan aplikasi pemesanan mobile terpadu bernama SIJAH (Sistem Informasi Jahit) kepada anggota Kelompok Tailor Kota Semarang.

Program ini diketuai oleh Dr. Aria Hendrawan, S.T., M.Kom., bersama anggota tim Dr. Atmoko Nugroho, S.T., M.Eng., Dr. Astrid Novita Putri, S.Kom., M.Kom., dan Dr. Saifur Rohman Cholil, S.Kom., M.Kom., serta dibantu dua mahasiswa. Kegiatan PkM tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USM.

Menurut tim pengabdi, para penjahit mitra selama ini kerap menghadapi kendala dalam mengelola pesanan. Proses yang masih mengandalkan percakapan via pesan instan tanpa sistem terpusat membuat data pesanan rentan hilang atau tertukar, ditambah pencatatan ukuran pelanggan yang manual juga sering menyulitkan para penjahit.

“Aplikasi SIJAH kami rancang sebagai satu kanal terintegrasi yang menyatukan katalog produk, formulir pemesanan, input ukuran pelanggan, hingga pelacakan status pesanan. Tujuannya agar penjahit tidak lagi kerepotan berpindah-pindah aplikasi,” ujar Dr. Aria Hendrawan.

Kegiatan ini diikuti oleh 14 penjahit berusia 37 hingga 64 tahun dengan pengalaman usaha berkisar antara 3 sampai 26 tahun. Pelatihan dilaksanakan menggunakan metode praktik langsung, yang dilanjutkan dengan pendampingan melalui simulasi pesanan secara nyata.

Hasil pengukuran kompetensi digital para peserta menunjukkan capaian yang menggembirakan dengan skor rata-rata 77,8 persen. Sebanyak 10 dari 14 peserta (71,4 persen) bahkan berhasil mencapai kategori baik hingga sangat baik dalam mengoperasikan aplikasi tersebut.

“Awalnya saya kira aplikasi ini bakal rumit, ternyata cukup mudah dipakai untuk mencatat pesanan dan ukuran pelanggan,” ungkap salah satu peserta.

Ke depan, tim USM berencana melanjutkan pendampingan agar seluruh anggota mitra semakin mandiri, sekaligus mendorong terbentuknya komunitas penjahit digital di Kota Semarang. Program ini diharapkan dapat menjadi model penerapan transformasi digital yang dapat direplikasi oleh pelaku UMKM sektor lainnya.

Pos terkait