Annas Maghfuri, ST, MT merupakan salah satu alumni Teknik Sipil Universitas Semarang (USM) yang meniti karier profesional secara konsisten di PT Waskita Karya. Sejak bergabung pada tahun 2009 hingga saat ini, ia telah menangani ratusan proyek gedung, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Pria kelahiran Semarang, 29 Juli 1982 ini memulai karier dari level staf lapangan, kemudian dipercaya mengemban berbagai posisi strategis, mulai dari Site Manager, Project Manager, hingga saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Pengendalian di Departemen Gedung Divisi Operasional 1 PT Waskita Karya. Dalam peran tersebut, salah satu tugas pokok dan fungsinya adalah sebagai manajer produksi yang mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan proyek-proyek gedung Waskita Karya, termasuk proyek luar negeri.

Sepanjang kariernya, Annas telah terlibat dalam ratusan proyek sejak awal bekerja hingga saat ini, termasuk proyek pembangunan gedung sekolah di Riyadh dan Jeddah, Arab Saudi, yang masih berjalan. Khusus ketika dipercaya sebagai Kepala Proyek, Annas mencatatkan rekam jejak yang solid: 11 proyek yang ia pimpin selesai tanpa mengalami kerugian.
Sebagai alumni Teknik Sipil USM 2008, Annas juga menjadi saksi sekaligus bagian dari fase dinamika PT Waskita Karya—baik di masa ekspansi maupun masa transformasi. Prinsip profesionalisme dan penguatan kapabilitas menjadi pegangan utamanya dalam menghadapi tantangan tersebut.
Kesadaran akan kebutuhan organisasi mendorong Annas untuk terus meningkatkan kompetensi. Pada tahun 2017, ketika Departemen Gedung belum memiliki Kepala Proyek dengan gelar Magister Teknik—yang menjadi syarat dalam sejumlah tender—ia memutuskan melanjutkan studi S2 di Universitas Trisakti. Ia menyelesaikan pendidikan Magister Teknik pada tahun 2019.
“Saat itu, kebutuhan organisasi menjadi pertimbangan utama saya melanjutkan studi. Alhamdulillah, dengan gelar dan kapabilitas yang dimiliki, Waskita Karya dapat mengikuti tender-tender dengan persyaratan khusus tersebut,” ungkap Annas.
Tak hanya berkiprah di proyek, Annas juga aktif dalam pengembangan sumber daya manusia. Ia dikenal sebagai penggagas program BUMN Ngaji Bareng Gus Baha, serta terlibat dalam inovasi teknologi dan digital, termasuk penyusunan dan pengembangan Learning Management System (LMS) sebagai pemateri pelatihan internal.
Di luar aspek teknis, Annas dikenal publik melalui media sosial sebagai figur yang kerap membagikan narasi lapangan, refleksi kepemimpinan, serta nilai-nilai kemanusiaan dalam pembangunan. Pendekatan ini menjadikannya komunikator proyek yang mampu menjembatani dunia teknis dengan masyarakat luas.
Ayah dari tiga anak (Aakif Ajrun Adziim, Akhnaf Nazilli Muhammad, dan Muhammad Antarikza Alghifari) ini memegang teguh Hadits Nabi Muhammad SAW: “Khoirunnas anfauhum linnas” (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain). Prinsip tersebut ia implementasikan dalam kehidupan profesional dan keseharian, dengan keyakinan bahwa pembangunan sejati adalah yang memberi dampak dan manfaat jangka panjang.
Dalam perjalanan hidupnya, mantan Ketua BEM USM periode 2005–2006 ini memiliki visi pribadi: “Menjadi manusia yang penuh manfaat dengan terus meningkatkan kapabilitas dalam setiap peran dan tanggung jawab yang diemban”.
Berbagai penghargaan telah diraih antara lain: Waskita Awards – Juara 1 The Best BIM, Waskita Awards – Juara 2 Best, Best of Environtment Innovation During Construction Project, Top IT Telco Awards Smart Safety Bucket, Zero Accident dari Disnakertrans Pemprov DKI, pengharggan nihil kecelakaan dari Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Juara 3 Inovation Award, dan lain-lain.






