Ingin Ikut Program Pertukaran Mahasiswa?, Inilah Syaratnya

KAMPUSPEDIA.ID – Mahasiswa USM diminta lebih kreatif, aktif dan berani mencoba hal-hal baru. Sebab hal itu menjadi modal dalam mendukung Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2.

Hal itu diungkapkan Coordinator MBKM USM, Zulha Dahri Siqhny ST MT dalam Sosialisasi Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2 (PMM) bagi mahasiswa USM pada Kamis (19/5) secara daring.

Kegiatan yang diikuti puluhan mahasiswa itu dibuka Wakil Rektor I USM, Prof Dr Ir Sri Budi Wahjuningsih MP.

Zulha mengatakan, mahasiswa yang bisa mengikuti program ini adalah minimal semester 3.
”Mahasiswa yang bisa ikut dalam program ini adalah mahasiswa yang duduk pada semester 3,5, dan 7,” ungkapnya.

Menurutnya, syarat bagi mahasiswa mengikuti PMM 2 antara lain
mahasiswa aktif, terdaftar pada PDDikti dan sedang menempuh semester 3,5,7. Selain itu juga belum pernah mengikuti PMM 1 dan tidak sedang terdaftar aktif dalam Program Kampus Merdeka yang lain.

”Syarat lain adalah tidak pernah dikenakan sanksi akademik dan nonakademik, menyerahkan Surat Pernyataan Komitmen Mahasiswa dan
surat izin dari PT pengirim, mendapatkan surat izin orang tua/wali untuk mengikuti PMM 2,” ungkapnya.

Persyaratan lain yang tidak kalah penting, katanya, adalah memiliki IPK minimal 2.75 pada saat periode pendaftaran PMM 2, menyertakan transkrip nilai, KTP, memiliki rekening aktif BRI atau BSI.
”Diutamakan memiliki asuransi kesehatan berupa BPJS Kesehatan aktif/KIS,
telah menerima minimum dua dosis vaksin covid 19, tangkap layer peduli lindungi, dan bersedia menaati ketentuan PMM 2 serta bersedia menerima konsekuensi atas pelanggaran terhadap ketentuan PMM 2,” tandasnya.

Dalam sambutannya, Prof Budi memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang mengikuti sosialisasi.

”Terima kasih untuk adik adik yang sudah join, karena join siang ini berarti memang memiliki keinginan tersendiri untuk mengikuti program ini, yang ke depan akan sangat bermanfaat untuk kalian,” ujarnya.

BACA JUGA  Gelar LDK, UKM FOKMI USM Siapkan Kader Dakwah yang Militan

Dia mengatakan, selain harus memperhatikan mata kuliah yang sesuai dan bisa dikonversi, juga harus dipertimbangkan kampus yang akan dituju, karena akan diselenggarakan secara offline.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *