Komunitas Paragonian Donor Plasma Konvalesen

KAMPUSPEDIA.ID –  Seiring dengan terbatasnya stok darah plasma konvalesen di PMI Kota Semarang, sementara permintaan masyarakat meningkat, maka guna membantu kebutuhan darah untuk pasien penderita covid-19, Paragonian atau komunitas karyawan PT Paragon Technology and Inovation DC Semarang menggelar donor darah plasma konvalesen di PMI Kota Semarang baru-baru ini.

Kegiatan yang dimulai sejak akhir Juli ini sudah melibatkan puluhan penyintas Paragonian, dan selama plasma penyintas bisa didonorkan mereka akan mendonorkan darahnya melalui PMI.

Karyawan perusahaan manufaktur yang memproduksi produk kosmetik Wardah, Make Over, Emina, Kafh, Putri mengadakan gerakan peduli bebas Covid19 dengan berdonor darah plasma konvalesen diinisisasi oleh salah satu karyawan bagian operasional Guruh Sandi Mulyajaya ST.

Menurut Guruh yang juga mantan komandan KSR PMI USM ini mengatakan bahwa saat ini banyak pasien covid-19 membutuhkan darah plasma konvalesen, sementara stok di PMI sangat terbatas.

“Melihat kondisi saat ini banyak pasien Covid19 yang membutuhkan darah plasma konvalesen yang sangat sulit didapatkan, oleh karena itu para penyitas Paragonian DC Semarang berinisitif untuk mendonorkan plasma konvalesen di PMI Kota Semarang untuk sesama penderita Covid19” ungkap Guruh.

“Sebenarnya gerakan ini dinulai sejak  25 Juli lalu  sampai selama plasma penyitas Paragonian DC Semarang  dapat didonorkan, semoga gerakan kecil ini bisa membantu bangsa Indonesia terbebas dar pandemi Covid-19” tambahnya.

Kepala Distributor Sapiih menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan yang diinisasi oleh Paragonian DC Semarang dan berharap kegiatan sosial ini bisa memberikan manfaat dalam membantu kebutuhan masyarakat khsususnya penderita covid-19, semoga kegiatan kemanusiaan ini bisa berkelanjutan.

Kepala Dsitributor Sapiih menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan yang diinisasi oleh Paragonian DC Semarang dan berharap kegiatan sosial ini bisa memberikan manfaat dalam membantu kebutuhan masyarakat khsususnya penderita covid-19, semoga kegiatan kemanusiaanini bisa berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *