Mahasiswa Ilkom USM Berikan Pelatihan Public Speaking

SEMARANG – Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Semarang (USM) yang tergabung dalam Tim Pengabdian Masyarakat menggelar pelatihan dengan tema “Pelatihan Public Speaking Sebagai Upcaya Meningkatkan Kemampuan Presentasi Bagi Pelajar SMK Negeri 8 Kota Semarang” pada Selasa, 9 Mei 2023.

Kegiatan pelatihan  tersebut diikuti oleh siswa siswi kelas 10 dan 11 jurusan TKJT SMK N 8 Semarang lebih dari 120 peserta. 

Menurut Ketua pelaksana kegiatan Pengabdian Farre Jeremy Hasyim  mengatakan bahwa   Pelatihan Public Speaking digelar di SMK 8 karena untuk meningkatkan skill para siswa.

“Program di SMK N 8 Semarang itu lebih ke penjurusan dan banyak praktek, otomatis membutuhkan Public Speaking yang baik agar siswa dapat berkomunikasi dua arah atau dua orang, sehingga dapat menciptakan komunikasi yang efektif,” ungkap Farre Jeremy Hasyim  .

Adapun pembicara acara pengabdian dari mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang yaitu Zafira Alya Bintari Putri (Duta Bahasa Jawa Tengah 2022).

Menurutnya Public Speaking sangat penting karena setiap orang harus mempunyai soft skill yang bisa dilatih walaupun prosesnya tidak singkat. Public Speaking bisa direalisasikan di kehidupan nyata contohnya bagaimana caranya seorang bisa berbicara pada sebuah kelompok atau organisasi.

Sementara Kepala sekolah SMK N 8 Semarang sangat mengapresiasi kegiatan pengabdian tersebut.

“Saya sangat berterima kasih karena kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan oleh siswa-siswi terlebih jurusan TKJT. Karena pada proses belajar mengajar lebih mengutamakan secara praktek dan saya berapresiasi dan sangat berterima kasih karena sudah memberikan pelatihan kepada siswa siswi SMK N 8 Semarang” Ucap Harti S.Pd M.Kom selaku Kepala Sekolah SMK N 8 Semarang.

Adapun Dosen Komunikasi Pembangunan Yoma Bagus Pamungkas M.I.Kom menyampaikanbahwa tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian massyarakat yaitu untuk memberikan pengetahuan yang kemudian di aplikasikan dan di sebarkan ke masyarakat oleh mahasiswa. 

“Mahasiswa sebagai agen of change untuk membawa pikiran pendapat ilmu pengetahuan yang kemudian akan diaplikasikan dan menyebarkan kepada masyarakat. Dalam kegiatan  pengabdian ini merupakan wujud dari perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat, ataupun tenaga sebagai perwujudan cinta, kasih sayang dan semua itu dilakukan dengan ikhlas yang didalamnya terdapat rasa tanggung jawab, kepedulian, transfer ilmu, kebaikan, simpati, empat, dan lain sebagainya”. Ucap Yoma.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *