Mahasiswa Sistem Informasi USM Berikan Sosialisasi Dampak Medsos Guna Bentuk Karakter  Siswa SMK Perdana Semarang

SEMARANG – Mahasiswa Program Studi S1 Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang ( FTIK USM) memberikan sosialisasi Digital Culture dengan judul “Dampak media sosial dalam membentuk karakter Budaya Timur Generasi Muda”  bagi siswa SMK Perdana Semarang di ruang kelas pada Senin, 10 Juni 2024.

Tim terdiri dari Dosen Pembimbing FTIK USM Prind Triajeng Pungkasanti, M.Kom. dan 3 mahasiswa aktif USM. Ahmad Anafi Khoirudin selaku ketua tim menyampaikan bahwa “Sosialisasi ini merupakan sebuah bentuk kegiatan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Adapun peserta dari siswa SMK Perdana Semarang dari jurusaan Multimedia dan guru pendamping”.

Menurut Muahammad Bagus Susanto, “dalam beberapa tahun terakhir, teknologi telah menjadi kekuatan utama dalam membentuk karakter dan mengarahkan perkembangan budaya digital di berbagai aspek kehidupan yang saat ini. Dari cara kita bertinteraksi, berkomunikasi, hingga bagaimana kita mengakses informasi, teknologi ini telah mengubah dari sisi kehidupan kita”.

“Selain itu teknologi tidak hanya mengubah pandangan dan cara kita dalam berkomunikasi maupun interaksi , tetapi teknologi ini juga menciptakan budaya digital yang terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman yang ada. Meskipun banyak membawa manfaat, akan tetapi terdapat banyak sekali tantangan yang muncul dan perlu dihadapi dengan bijak mengingat generasi muda saat inilah yang lebih terbuka terhadap teknologi, untuk memastikan bhawa teknologi yang digunakan secara positif dan bertanggung jawab” ungkap Asiwa Nura Izzati.

“Dalam kegiatan Sosialisasi dengan tajuk Dampak Media Sosial Dalam Membentuk Karakter Budaya Timur Generasi Muda di SMK Perdana Semarang, diharapkan para siswa-siswa dapat memahami dan mempraktikkan budaya digital dengan baik dan bijak. Para siswa diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital untuk kegiatan belajar, berinovasi, dan dapat membuka sebuah pemikiran yang lebih luas mengenai Literasi Digital yang di sampaikan ” ungkap Ahmad Anafi Khoirudin.

Selanjutnya, diharapkan kepada siswa-siswi untuk memahami arti dari dampak media sosial terhadap budaya Timur, khususnya bagi generasi muda. Media sosial memiliki pengaruh besar dalam menyebarkan informasi dan membentuk pandangan serta perilaku masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, siswa-siswi dapat mempertahankan nilai-niai tradisional dan menjaga identitas budaya tetapi juga tetap mengikuti modernitas dengan bijak. Para guru dan staf juga diharapkan dapat memahami masalah dari dampak media sosial ini sehingga dapat membimbing dan membantu generasi muda untuk memahami dan menghargai warisan budaya Timur, sambil tetap terbuka terhadap perubahan positif yang dibawa oleh media sosial dan budaya global.

Menurut siswa SMK Perdana Rifki Nur Rohman, “program ini dapat meningkatkan literasi digital di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang budaya digital dan dampak media sosial terhadap budaya timur, agar para genarasi muda memanfaatkan teknologi ini dengan cara yang seimbang dan tetap menjaga kelestarian budaya timur.

Sedangkan menurut Amanda Zahra Ayup, “Digital Culture mempunyai peran yang positif dengan kita menggunakan teknlogi ini di era digital dengan bijak, kita bisa dengan postif dan mudah membagikan informasi pasal budaya-budaya Timur, melestarikan budaya yang sangat banyak, dan masih banyak lagi.

Adapun disisi lain Digital Culture  juga terdapat kekhawatiran tentang dampak negatifnya, seperti distraksi, penyalahgunaan informasi, dan pengaruh buruk terhadap kesehatan mental.”                                   

Menurut Guru Pendamping Ibu Hesti Kartika Ayuningtyas, S.Pd kegiatan digital culture dari kakak-kakak mahasiswa FTIK USM ini sangat bermanfaat untuk siswa siswi kami karena mendapat ilmu baru dalam menerapakan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari, dan menambah wawasan mengenai dampak media sosial di budaya Timur ini, apalagi untuk generasi muda agar mereka tetap menjaga nila-nila budaya ini. Saya juga mengucapkan terimaksih karena sudah mengajarkan ilmu baru buat siswa kami jurusan Multimedia. Semoga kedepannya bisa bekerjasama kembali untuk berbagi ilmu di sekolah kami.

“Banyak hal yang diperoleh mahasiswa dalam kegiatan ini, selain mahasiswa mendapatkan pengalaman melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman melakukan publikasi karya ilmiah serta publikasi melalui media massa” ungkap Prind Triajeng Pungkasanti, M.Kom.

“Harapan saya terkait sosialisasi di SMK Perdana Semarang tentang Budaya Digital adalah agar siswa-siswi dapat memahami dampak media sosial terhadap budaya Timur. Saya berharap dengan adanya sosialisasi ini membantu siswa menyadari pentingnya menjaga dan mempromosikan nilai-nilai budaya Timur dalam penggunaan media sosial mereka. Sehingga dapat mengedukasi siswa tentang cara menggunakan media sosial dengan bijak, menyaring informasi dengan kritis, dan menghindari konten negatif yang bisa merusak nilai-nilai budaya dan moral.” ungkap Ahmad Anafi Khoirudin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *