DEMAK – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Semarang (USM) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan warga melalui kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Pokdarwis: Penguatan Branding Wisata Bahari Desa Surodadi melalui Perahu Listrik PLTS dan Pengembangan Konten Fotografi Digital” pada Kamis (8/10).
Program yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026 lewat skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat ini berfokus di Desa Wisata Surodadi, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Agenda pendampingan kali ini diisi dengan praktik langsung teknik fotografi, pembuatan konten visual, hingga tata cara pengelolaan situs web desa.
Program yang diketuai oleh Titik Nurhayati, S.T., M.Eng., bersama dua anggota tim, Muchammad Satrio Wibowo, S.T., M.Si. dan Nur Wakidah, S.Kom., M.Cs., ini juga melibatkan tiga mahasiswa dari Jurusan Teknik Informatika dan Teknik Elektro, yaitu Vera, Felia, dan Daniyal Faridudin Nafl. Kehadiran akademisi USM bertujuan untuk mengasah keterampilan digital warga setempat agar mampu mengoptimalkan teknologi informasi sebagai sarana promosi kawasan wisata. Tak hanya dari segi promosi visual, inovasi perahu bertenaga surya (PLTS) turut diperkenalkan untuk menggantikan perahu konvensional berbasis bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini digunakan nelayan lokal.
Sebanyak 15 peserta yang terdiri atas pengurus Pokdarwis “Sejahtera” dan Sekretaris Desa Surodadi mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Pokdarwis ini memegang peran kunci dalam mengelola daya tarik wisata bahari lokal, mulai dari keasrian hutan mangrove hingga paket susur pantai memakai perahu listrik PLTS menuju Pantai Arnavat untuk menikmati pemandangan matahari terbenam. Sinergi antara tim akademisi, perangkat desa, serta pelaku usaha lokal ini memperkuat langkah kolaboratif menuju pengembangan kawasan wisata berbasis sistem digital.
Ketua Tim PkM USM, Titik Nurhayati, menegaskan bahwa pemanfaatan fotografi dan website merupakan strategi krusial untuk memperluas jangkauan promosi serta daya saing desa di era serba digital.
“Melalui implementasi website yang terintegrasi dengan perahu listrik berbasis PLTS dan didukung teknik fotografi yang menarik, diharapkan potensi Desa Surodadi dapat dikenal lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional,” ujarnya.
Selain teori, para peserta diajarkan langsung mengenai tata kelola informasi yang transparan serta teknis pengisian konten website yang mencakup profil desa, produk UMKM, hingga pemesanan layanan perahu listrik.
Keberlanjutan dari pelatihan ini diharapkan mampu mendorong Desa Wisata Surodadi menjadi destinasi yang lebih mandiri, ramah lingkungan, dan dikelola secara profesional. Praktik langsung pengambilan gambar yang dilakukan para peserta di lapangan menjadi modal awal dalam menyajikan konten visual yang estetis di media sosial maupun situs resmi desa. Langkah nyata ini menjadi bukti pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi oleh Universitas Semarang dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi yang bermanfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat.






