SEMARANG – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang menggelar workshop harmonisasi kurikulum standarisasi pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) dan Korps Sukarela (KSR) di Vila Nirwana Bandungan pada 7-8 Agustus 2026.
Kegiatan yang diikuti 32 pelatih PMI Kota Semarang ini dibuka oleh Kabid Relawan dan Penanngulangna Bencana Wiwit Rijanto, S.H., M.H.. Hadir dalam kesempatan terrsebut staf bidang relawan PMI Provinsi Jawa Tengah Ali Masyhar serta Kadiv Relawan PMI Pusat Rafik Ansori melalui zoom meeting.
Wiwit Rijanto, S.H., M.H mengatakan bahwa workshop harmonisasi kurikulum ini merupakan agenda penting PMI Kota Semarang yang sudah lama dinantikan dalam menstandarkan kurikulum pelatihan.
“Kita ingin materi yang disampaikan oleh para fasilitator/pelatih itu memiliki standar yang sama sehingga relawan PMR maupun KSR akan menerima materi yang standar sesuai SOP” ungkap Wiwit Rijanto, S.H., M.H.
“Harapan dari workshop harmonisasi kurikulum adalah hasilnya bisa dipergunakan sebagai acuan para fasilitator dan pelatih dalam memberikan materi kepada relawan. Kedepan para relawan akan memiliki kemampuan yang standar dan sama sehingga tidak ada kesenjangan antar relawan,” tambahnya.
Menurut Koordinator Pelatih PMI Kota Semarang Dr Saiful Hadi MKom bahwa pada workshop kali ini peserta dibagi menjadi dua kelompok kerja yaitu Kelompok kerja (Pokja) PMR dan dan kelompok kerja (Pokja) KSR.
“Masing-masing Pokja menyusun kurikulum yang standar untuk PMR baik tingkatan Mula, Madya dan Wira serta kurikulum KSR agar setiap pelatih dalam memberikan materi kepada relawan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ungkap Dr Saiful.
Saiful menambahkan bahwa workshop harmonisasi kurikulum ini merupakan program yang sangat bermanfaat bagi para pelatih karena hasil dari kegiatan ini akan menjadi acuan bagi para pelatih dalam memberikan materi.






