USM Go International

  • Bagikan

KAMPUSPEDIA.ID – Dalam rangka Lustrum Ke-7 atau Dies Natalis Ke-35, Universitas Semarang (USM) Go International dengan menggelar berbagai kegiatan international diantaranya International Conference on Sustainable Development Goals (USM-SDGs) di Auditorium Ir Widjatmoko USM pada Sabtu, 30-31 Juli 2022.

Rektor USM Dr Supari MT mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti 212 peserta dari 11 negara antara lain Indonesia, Iraq, Bangladesh, Malaysia, Pakistan, Thailand, Ghana, Philipina, India, Inggris, dan Vietnam.

Dr Supari menambahkan secara global tujuan utama kegiatan ini untuk mendukung SDGs dan menuju USM unggul di 2024, dengan adanya SDGs yang diikuti 11 negara sebagai peserta dapat terjalin komunikasi serta sharing hasil riset masing-masing peneliti disetiap negara. Tahun depan dapat diselenggarakan Internasional Conference lagi yang fokus pada solusi permasalahan global.

“Selaku Rektor USM kami menyambut dengan bahagia peserta Internataional conference, semoga semua peserta nyaman mengikuti kegiatan ini. Pada event ini USM menghadirkan invited speaker antara lain Prof Sudharto PhD (USM Indonesia), Prof Dr Renato Andin Vilano (University of New England Australia), Dr Nam Hoang Nguyen ( National Economics University Vietnam), Prof Dr Yus Aniza Yusof (Universiti Putra Malaysia), Prof Dr Ir Helmi MSc ( Universitas Andalas Padang), dan Prof Dr Novizar Nazir (Universitas Andalas Padang),” ungkapnya.

“Saya berharap melalaui Internataional conference ini bisa membagi hasil-hasil penelitian dari para dosen USM dan peserta, melalui forum ini para peserta bisa berdiskusi dan pulang membawa pengetahuan baru,” ungkap Supari.

Menurut Ketua Lustrum-7 USM Dr Haslina MSi didampingi ketua panitai Internataional Conference Dr Rohadi MP mengatakan bahwa pada kegiatan tersebut hadir Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip Prof Sudharto PhD, Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip Prof Dr Ir Kesi Widjajanti SE MM, para Wakil Rektor, para dekan, ketua BPM, mahasiswa, serta tamu undangan.

Haslina menambahkan bahwa yang bertindak sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Jawa Tengah diwakili oleh Kepala Biro Administrasi Pembangunan Daerah Setda Provinsi Jawa Tengah Endi Faiz Effendi SPi MA.

Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip Prof Sudharto PhD mengatakan yang ingin di capai USM dengan diadakan konferensi internasional adalah USM ingin mengambil peran dalam mewujudkan SDGs, yang di dalamnya terdapat pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan, kesehatan dan pendidikan yang mencakup segi kehidupan.

“Melalui tri dharma perguruan tinggi, dari penelitian dan pengabdian kepada masyarakat diharapkan dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan, kesehatan dan pendidikan yang mencakup segi kehidupan serta menyelesaikan masalah yang ada di lingkungan sekitar,” ungkap Prof Sudharto.

Fenomena global warning telah terjadi di sekitar kita contohnya air rob, yang dirasakan tidak hanya di kota Semarang melainkan di beberapa daerah lainnya. Hal ini menunggu peran dari Perguruan Tinggi untuk memberikan solusi.

Salah satu upaya mengatasinya yaitu dengan sumur resapan, yang memilki dua fungsi menampung air larian dan menambah cadangan air tanah, gagasan ini merupakan hasil riset dosen Teknik sipil USM Dr Edi Susilo MT.

Ketua Pengarah yang sekaligus SAFE Network Coordinator Asia Pasifik Prof Dr Novizar Nazir mengatakan bahwa tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk menjadi cikal bakal pembentukan SDGs Center di USM dalam mewujudkan peran perguruan tinggi dalam mendukung SDGs.

Selain itu dosen Universitas Andalas Padang tersebut menambahkan bahwa tujuan international conference ini untuk meningkatkan high index scopus, publikasi, dan meingkatkan networking inetrnasional.

“Sustainable Development Goals (SDGs) adalah rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, untuk mengakhiri kemisinan, mengurangi ketimpangan, dan melindungi lingkungan. SDGs berisi 17 tujuan dari 169 target yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030,” ungkap Prof Novizar.

“SDGs juga merupakan alat perencanaan dan tindak lanjut untuk negara-negara ditingkat nasional dan lokal. Dengan pendekatan jangka panjang, mereka menawarkan dukungan bagi setiap negara dalam perjalanannya menuju pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan ramah lingkungan, melalui perumusan kebijaksanaan publik dan instrumen anggaran, pemantauan, dan evaluasi,” tambahnya.

SAFE-Network sebagai jaringan akademisi, penelitian, dan praktisi pembangunan berkelanjutan di bidang pertanian, pangan, dan energi di kawasan Asia Pasifik turut serta mendukung rencana aksi global SDG ini. Salah satu bentuk dukungannya adalah dengan ikut serta dalam pelaksanaanya konferensi yang diadakan oleh Universitas Semarang (USM).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.