HMJ Manajemen USM Gelar Eco Culture

KAMPUSPEDIA.ID – Sebanyak 1.052 Peserta mengikuti Webinar Nasional ECO Culture 2021 yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Universitas Semarang (USM) pada Sabtu (24/7) secara daring.

Peserta terdiri dari mahasiswa 501 Peserta, siswa SMA/SMK 520 Peserta, dan dari sekolah diluar pulau Jawa 36 Peserta.

Acara ini juga dihadiri dan didukung struktural Fakultas Ekonomi USM ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memberdayakan ekonomi kreatif kepada anak muda, serta masyarakat umum. 

Selain itu ketua panitia Boby Syailendra mengatakan bahwa tujuan webinar ini untuk menginspirasi anak muda untuk menciptakan hal baru dalam membuka peluang usaha dan memberikan pengetahuan kepada anak muda untuk menggali potensi anak muda di berbagai bidang, baik bidang akademik maupun non akademik, sselain itu juga untuk memperkenalkan USM kepada siswa SMA/ SMK.

Rektor USM Andy Kridasusila SE MM dalam sambutannya  mengatakan bahwa dimasa pandemi agar tidak menghalangi untuk memulai usaha dan harapanya dengan seminar nasional ini dapat memantik minat para peserta untuk berwirausaha. 

“Pandemi jangan menghalangi untuk berkarya dan berwirausaha, sehingga kami harapkan webinar ini bisa memantik minat para peserta untuk berwirausaha” ungkap Andy.

Dini anggaraheni MHum Dosen USM sebagai moderator menyampaikan bahwa panitia menghadirkan narasumber yang pertama Delfano Charies dan Andreas Yodha selaku Pengusahan dan influenser dan narasumber kedua Ansari Kadir selaku CMO GK Hebal, Co founder Sang Pisang dan Co founder Ternakopi.

Delfano Charies dan Andreas Yodha berbagai cerita awal mula karir di youtube sampai kalkulasi pendapatan youtube. Selain itu mereka berdua juga berbagi tips dan trik membuat konten youtube bagi pemula serta memotivasi peserta dan  sharing tentang usaha yang dimilikinya.

Sementara Ansari Kadir pada kesempatan juga menceritakan awal sebagai pengusaha dari sebelumnya  sebagai karyawan. Menjadi karyawan pasti ada tekanan dan tuntuan, sehingga ia lebih memilih keluar dari karyawan dan memilih menjadi wirausahawan.  

“Pengalaman kami pertama kali mempromosikan produk usaha mengalami kegagalan, dari kegagalan inilah kami belajar dan sampai akhirnya berhasil” ungkapnya.

“Lebih baik gagal di masa muda dan sukses dimasa tua, pengusaha sukses adalah pengusaha yang pernah gagal, jangan katakan tidak bisa, tapi belum bisa” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *