SEMARANG – Dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Safiq Farhan Abdurrazaq, mahasiswa Fakultas Psikologi, bersama tim KKN PPM XXVIII USM menyelenggarakan Workshop Ecoprint sebagai bagian dari program kerja “Rumah Bermain Edukatif”. Kegiatan yang berlangsung di balai RW 12 Kel. Purwoyoso pada Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh puluhan anak dengan tujuan mengembangkan kreativitas, melatih keterampilan motorik, serta menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Workshop Ecoprint merupakan salah satu kegiatan unggulan dalam Program Kerja Rumah Bermain Edukatif yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung. Dalam kegiatan ini, anak-anak diajak memanfaatkan daun-daun yang ada di sekitar lingkungan sebagai media untuk menciptakan motif alami pada tote bag berbahan kain.
Sejak kegiatan dimulai, suasana balai RW dipenuhi semangat dan antusiasme para peserta. Dengan bimbingan mahasiswa KKN, anak-anak memilih berbagai jenis daun, menyusunnya sesuai kreativitas masing-masing, kemudian melakukan proses pencetakan hingga menghasilkan motif ecoprint yang unik. Setiap tote bag yang dihasilkan memiliki corak yang berbeda, mencerminkan kreativitas dan imajinasi masing-masing peserta.
Menurut Safiq Farhan Abdurrazaq, mahasiswa Fakultas Psikologi sekaligus penggagas kegiatan, Workshop Ecoprint dipilih karena mampu menjadi media pembelajaran yang tidak hanya mengembangkan kreativitas anak, tetapi juga melatih konsentrasi, koordinasi motorik halus, rasa percaya diri, serta kepedulian terhadap lingkungan.
“Melalui Program Rumah Bermain Edukatif, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak. Workshop Ecoprint menjadi salah satu cara untuk mengenalkan bahwa alam dapat menjadi media belajar yang kreatif sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan sejak dini,” ujar Safiq.
Selain menghasilkan karya seni, kegiatan ini juga memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya memanfaatkan bahan-bahan alami sebagai alternatif yang ramah lingkungan. Tote bag hasil ecoprint yang dibawa pulang diharapkan dapat menjadi pengingat bagi anak-anak untuk mulai menerapkan kebiasaan yang lebih peduli terhadap lingkungan, seperti mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.
Kegiatan tersebut mendapatkan apresiasi dari masyarakat dan perangkat desa karena dinilai mampu menghadirkan inovasi pembelajaran yang edukatif sekaligus menyenangkan. Orang tua juga menyambut baik kegiatan ini karena mampu meningkatkan kreativitas anak melalui aktivitas yang bermanfaat dan memberikan pengalaman baru yang tidak diperoleh di bangku sekolah. Melalui Program Kerja Rumah Bermain Edukatif, mahasiswa KKN berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui kegiatan yang kreatif, edukatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Workshop Ecoprint menjadi bukti bahwa pembelajaran berbasis pengalaman mampu menumbuhkan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat berkarya pada generasi muda.






