Semarang – Program Studi S1 Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Semarang (USM) bekerja sama dengan Geoforce Indonesia menyelenggarakan Kuliah Umum Geoteknik bertajuk “Implementasi Teknologi Perbaikan Tanah dan Perkuatan Lereng untuk Meningkatkan Keamanan dan Keandalan Infrastruktur” pada Jumat (5/6/2026) di Ruang Teleconference Lantai 8 Menara Prof. Muladi Universitas Semarang.
Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis Universitas Semarang ke-39 tersebut mendapat antusiasme yang sangat tinggi. Tercatat sebanyak 200 peserta mengikuti kegiatan ini yang terdiri dari dosen, laboran, mahasiswa, serta peserta umum dari berbagai instansi dan perguruan tinggi.
Kuliah umum menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman di bidang geoteknik, yaitu Ir. Dandung Sri Harninto, M.T., IPU., ASEAN Eng. selaku Direktur Utama PT Geoforce Indonesia dan Abdul Aziz Avicenna, S.T. selaku Direktur Marcomm, Sales & Engineering PT Geoforce Indonesia. Kegiatan dipandu oleh Dr. Nur Fithriani FC, S.T., M.T. sebagai moderator.
Ketua Program Studi S1 Teknik Sipil USM, Dr. Dhamang, menyampaikan bahwa persoalan tanah lunak, penurunan tanah (land subsidence), banjir rob, dan stabilitas lereng merupakan tantangan nyata yang dihadapi Kota Semarang dan wilayah sekitarnya. Oleh karena itu, mahasiswa Teknik Sipil perlu dibekali dengan wawasan dan teknologi terkini dalam bidang geoteknik agar mampu memberikan solusi yang tepat terhadap permasalahan infrastruktur di masa mendatang.
“Semarang merupakan kota yang memiliki karakteristik geologi dan geoteknik yang unik. Berbagai persoalan seperti tanah lunak, penurunan muka tanah, hingga ancaman longsor di daerah perbukitan memerlukan penanganan berbasis ilmu teknik sipil yang kuat. Melalui kuliah umum ini, kami ingin menghadirkan pengalaman praktis langsung dari para ahli yang telah menangani berbagai proyek strategis di Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik USM, Dr. Ari Endang, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara USM dan Geoforce Indonesia. Menurutnya, sinergi antara dunia akademik dan industri sangat penting untuk meningkatkan kompetensi lulusan agar mampu menjawab tantangan pembangunan infrastruktur yang semakin kompleks.
Dalam sesi materi, Ir. Dandung Sri Harninto menjelaskan berbagai metode perbaikan tanah lunak yang banyak diterapkan pada proyek-proyek infrastruktur, mulai dari penggunaan prefabricated vertical drain (PVD), preloading, geosintetik, hingga teknologi perkuatan tanah modern. Sementara Abdul Aziz Avicenna memaparkan berbagai studi kasus penerapan dinding penahan tanah dan perkuatan lereng pada proyek jalan, kawasan industri, serta pengembangan wilayah perkotaan.
Diskusi berlangsung interaktif dengan banyaknya pertanyaan dari peserta terkait solusi geoteknik untuk mengatasi penurunan tanah, banjir rob, stabilitas lereng, serta pembangunan infrastruktur pada kawasan bertanah lunak yang banyak dijumpai di wilayah Pantura Jawa Tengah.
Sebagai program studi yang memiliki perhatian khusus terhadap isu kebencanaan dan lingkungan perkotaan, S1 Teknik Sipil USM menjadi salah satu program studi Teknik Sipil di Jawa Tengah yang secara konsisten mengembangkan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang berfokus pada berbagai permasalahan bencana dan infrastruktur Kota Semarang serta wilayah sekitarnya, seperti banjir, rob, longsor, penurunan tanah, dan mitigasi risiko bencana.
Melalui kegiatan kuliah umum ini, Program Studi S1 Teknik Sipil USM berharap dapat memperkuat kompetensi mahasiswa sekaligus memperluas jejaring kerja sama dengan dunia industri guna menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.






